Pengujung ‘ Festival Oleh-Oleh Tabagsel Tidak Sesuai Dengan Event ‘

0
432

Padangsidimpuan, sigap88news.com ||

Festival Oleh-oleh Tabagsel yang berlangsung di Alaman Bolak Kota Padangsidimpuan,berlangsung 12-16 Desember 2018,membuat bingung pengunjung,salah satunya Wakil Ketua I DPD KNPI Tapsel Ady Syahputra Husni Nasution.

Dikatakan Ady,kebingungannya ini tidak sesuainya sebutan event yang berlangsung tersebut.

Menurutnya,suatu festival merupakan pekan gembira dalam rangka memperingati sesuatu,seperti peringatan sejarah maupun peringatan lainnya dan dalam even yg namanya festival,harus ada kategori yg diperlombakan.

“Saya masuk ke lokasi acara,stand-stand yang banyak berdiri di lokasi acara tidak jauh beda dengan stand pameran pembangunan yang dibuat Pemda
,bahkan ada stand produk luar Tabagsel.Kalau ini disebut Festival Oleh-oleh Tabagsel,seharusnya yang ada di lokasi acara tersebut 100% produk yang menceminkan Daerah Tabagsel,baik itu produk kerajinan tangan,makanan.Tapi kenyataannya tidak.Jadi kategori event ini apa”kesalnya kepada wartawan,
Rabu(12/12/2018).

Menurutnya juga,bila memang event ini mengangkat produk Daerah Tabagsel seharusnya jangan di Kota Padangsidimpuan saja dibuat.Disebut Ady yang cocok nama event yang berlangsung tersebut Pameran Tabagsel.

“Ini sudah berlangsung dua kali,kok di Kota Padangsidimpuan saja dibuat.Ganti-gantilah daerahnya.Daerah Tabagselkan ada 4 Kabupaten 1 Kota”ujarnya.

Dari pantauan di lokasi acara terlihat berdiri stand-stand dari pemerintah maupun swasta,stand produk lokal bahkan stand produk luar Tabagsel.

Kepada wartawan Kadis Pariwisata Kota Padangsidimpuan Mahlil Harahap mengatakan,Festival Oleh-oleh Tabagsel yang berlangsung di Alaman Bolak menurutnya bisa disebut festival,bisa juga disebut pameran.

“Acara ini,namanya masuk dalam ke dua-duanya.Memamerkan hasil produk dari masyarakat bisa,kalau memang festival memang seharusnya ada juaranya dan sijuara tersebut,jadi prioritas promosi pada event-event baik tingkat daerah maupun nasional”paparnya.

Ketua Panitia Kiman Siregar dalam penyampaian laporannya mengatakan, Festival Oleh-oleh Tabagsel ini dibuat untuk memperkenalkan hasil dari produk pelaku UKM(Usaha Kecil Menengah)dan IKM(Industri Kecil Menengah).Dari memperkenalkan hasil produk para UKM dan IKM diharapkan bisa terangkat hasil produksinya.

“Peserta UKM dan IKM pada tahun ini meningkat dibanding tahun kemarin.Dimana pada tahun yang lalu ada 90 peserta dan pada tahun ini ada 165 peserta.Untuk 40 UKM kita gratiskan.Tujuan kami membuat acara ini membantu pelaku UKM dan IKM untuk meningkatkan kuwalitas produknya.Dan mencoba mengintegrasikan hasil-hasil dari UKM dan IKM kita dengan konsumen, begitu juga investor.Kita juga berharap pada tahun ini akan tumbuh pengusaha-pengusaha di luar Tabagsel yang bisa mengembangkan dan membangun produk-produk UKM dan IKM yang ada di Tabagsel ini.Dan dari kegitan ini diharapkan ada coaching dari perbankan kepada para UKM dan IMK untuk bisa melakukan penginjaman,karena pada kegiatan ini kita libatkan perbankan”paparnya.(Idham Halid Siregar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here