Gelar Diklat Pertama Kali Tingkat Nasional, MPN Korwil Banyuwangi Ketiban Sampur

0
123

Banyuwangi, Sigap88news – Pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh Koordinator wilayah Majelis Pers Nasional (MPN) Banyuwangi yang akan digelar selama tiga hari berturut – turut  pada tanggal 17 – 19 Desember yang akan datang.

Pendidikan dan pelatihan (Diklat) pertama tingkat Nasional.  Yang diselenggarakan oleh Media Center MPN yang akan digelar pertama kali di Banyuwangi yang diikuti oleh beberapa Wartawan dari berbagai Kabupaten yang ada di pulau Jawa maupun dari luar pulau jawa.

Program Diklat pertama kali yang digelar oleh Majelis Pimpinan Pusat (MPP) MPN dengan penyelenggara Koordinator Wilayah Banyuwangi.

Ketua Panitia Idrus Maryadi mengaku sangat bangga dengan terpilihnya Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah Diklat yang pertama kali yang diadakan oleh MPN.

“Diklat ini yang pertama kali diadakan oleh MPN dan Banyuwangi menjadi tuan rumahnya, kegiatan ini di pusatkan di wisata Alam Indah Lestari (AIL),”ujarnya bangga.

Dalam kegiatan nantinya kita tidak muluk muluk karena materi yang diajarkan meliputi teknik menulis, teknik investigasi dan pokok pokok UU No 40 tentang pers. Sebagai ujung pelatihan sebagai uji kemampuan bagi peserta adalah praktek investigasi lapangan dan langsung ditulis.

“Dalam tiga hari itu peserta Diklat akan diajarkan bagaimana tentang ilmu kejurnalisan, yang meliputi KEJ dan UU No 40 tentang pers,”tambahnya.

Kita akan mengundang Pemateri dan pakar ilmu yaitu Prof. Dr. H. Khusnuridho, M.Pd, Dr. Kun Wasis M.I.Kom dan Drs Udilaksono, nantinya para peserta Diklat akan dibekali wawasan kebangsaan, menulis berita yang benar dan sekaligus diberikan evaluasi.

“Sedangkan untuk Materi investigasi akan dibawakan oleh Sekjen MPN Drs. Udilaksono. Beliau akan mengajarkan peserta Diklat untuk bisa mengungkap kebenaran data, kebenaran fakta dan mewajibkan konfirmasi,”bebernya.

Sedangkan untuk praktek lapangan peserta akan dibawa ke 10 titik pusat yang memiliki nilai informasi yang menarik. Dulunya orang menganggap tidak ada , setelah dilakukan investigasi ternyata ada sesuatu. Apakah Diklat kali ini memiliki standar kompetensi ?

Idrus dengan enteng menjawab apakah pelatihan, Diklat dan segalanya itu digelar oleh lembaga organisasi pers juga ada batas kompetensinya. “Ngomong kompetensi sama halnya kita ngomong masalah standarisasi. Adakah standarisasi untuk pers. Karena kerja insan pers adalah kerja kreatifitas dan intelektual,” sangkal idrus.

Panitia sangat bangga dengan Diklat pertama yang diadakan oleh MPN, sebenarnya Diklat angkatan pertama ini dibatasi 100 pesarta. Tapi Berdasarkan buku pendaftaran, yang telah tercatat 125 peserta, pihak panitia akan meminta Ketua Umum dan Sekjen untuk kebijaksanaannya yang terdaftar diterima semua. (Gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here