Festival Sego Buwohan Dikabupaten Bojonegoro Mendapat Rekor Muri

0
56

Bojonegoro :Sebanyak 26.ribu lebih  sego buwuhan Bojonegoro mendapat rekor MURI
Puluhan ribu sego buwuhan yang disajikan di Kabupaten Bojonegoro  untuk melengkapi  rangkaian  festival  Thengul International Folklore Festival 2019 (TIFF).
Demi untuk  bisa mempromosikan kesenian khas Bojonegoro yang  nantinya  bisa disebarluaskan agar para wisatawan bisa melihat kesenian asli kabupaten bojonegoro.

Sejumlah 26.ribu lebih Sego (nasi) Buwuhan yang merupakan kuliner khas Bojonegoro,

Mewakili propinsi Jawa Timur kuliner Kabupaten Bojonegoro mencatatkan diri dalam Museum Rekor Indonesia (MURI)

Hidangan terbanyak diindonesia yang disuguhkan melengkapi acara Pagelaran Bojonegoro Thengul International Folklore Festival 2019 (TIFF) di Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Amir Syahid kepada wartawan mengatakan,” hidangan kuliner Sego Buwuhan biasanya hanya bisa diperoleh pada saat hajatan (kondangan)  namun saat ini menjadi makanan khas  bersama rakyat karena bisa dinikmati setiap hari.

Lebih lanjut , kata dia, selain sego buwohan ada menu lain yang ada dimasyarakat bojonegoro  seperti lontong yang dibungkus dengan daun pisang dan dapat dinikmati dengan bumbunya.

Nasi buwohan dapat dinikmati lengkap dengan adonannya seperti ada buah papaya muda atau blonceng  (labu) ditambah kacang tolo dibumbu kuning tanpa santan, momoh tempe diirisi lombok, daging sambal  teri dan serundeng.

“Dengan penyajian 26.ribu nasi, seluruh peserta dan masyarakat yang hadir bisa menikmati hidangan ini bersama-sama, baik tamu lokal dan mancanegara, ini merupakan sajian khas warga,Bojonegoro” katanya.

Selain menjadi catatan rekor MURI , Festival juga didatangi delegasi kesenian dari empat negara, yaitu Bulgaria, Polandia, Thailand, dan Meksiko.

Sekitar 103 Delegasi seniman dari Manca negara  ,delegasi juga akan menampilkan keseniannya masing-masing .

Tempat tampilannya  berbeda-beda, antara lain di Pendopo Malowopati, Jalan P Mas Tumapel, Jalan MH Thamrin, Stadion Letjen H. Sudirman, Alun- alun, Dander Water Park, dan Wonocolo.

“Kami berharap tampilnya kesenian dari keempat negara ini, masyarakat bukan hanya terhibur namun juga lebih terbuka wawasannya terhadap negara lain, dan kita sendiri bisa mempromosikan kesenian khas Bojonegoro untuk nanti bisa disebarluaskan mereka di negara masing-masing,”pungkasnya. (yuk/3s)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here