Penyidik PPA Polres Simeulue Bersama P2TP2A dan Pekerja Sosial Dampingi Korban Kekerasan Seksual Anak

0
82

Simeulue – Penyidik Unit PPA Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres  Simeulue bersama Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Data Kekerasan Perempuan dan Anak pada  Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana  (DP3AKB) Kabupaten Simeulue serta Pekerja Sosial Dinas Sosial Dan Konseling Tim  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak  (P2TP2A), melaksanakan tugas pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis dari rasa trauma korban kekerasan seksual anak dibawah umur yang terjadi beberapa hari lalu di Desa Suak Lamatan Kecamatan Teupah Selatan, guna untuk memastikan kesehatan korban dalam keadaan baik dan berusaha membantu membangun rasa percaya diri terhadap korban, Kamis (03/10/2019).

Pemeriksaan intensif terus dilakukan oleh Unit PPA Satuan Reserse Kriminal bersama dengan instansi terkait, untuk mengetahui sejauh mana dampak psikologis yang dialami oleh korban kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polres Simeulue bekerja sama dengan instansi terkait, hal tersebut sebagaimana diatur dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, instansi terkait yang dilibatkan adalah Pekerja Sosial (Peksos) Dinas Sosial.

Pekerja Sosial Dinas Sosial Simeulue Zahriati S.Pd.i, menyampaikan, “Kami bertugas mendampingi korban, untuk memberikan advokasi, membantu menggali keterangan korban untuk membantu proses penyidikan dan memastikan hak-hak korban terpenuhi dalam memberikan pendampingan, sifatnya Assesment kepada para korban dan orang tua, dengan memberikan motivasi kepada mereka untuk tetap optimis menatap masa depan yang lebih baik,” Terangnya.

Sementara itu petugas tim P2TP2A Fadillah Natalia, SST, M.K.M, selaku Kasi PPA serta Data Kekerasan Perempuan dan Anak  (DP3AKB) Kabupaten Simeulue serta Tenaga Konselor Amelia Winda Sari, S.Psi menerangkan,  “Kami melaksanakan tugas pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis dari rasa trauma korban, memastikan kesehatan korban dalam keadaan baik dan berusaha membantu membangun rasa percaya diri terhadap korban, “Tuturnya.

“Kemudian saat ini untuk sementara kondisi korban sudah baik, tidak ada tanda-tanda stres, bahkan sudah sama kembali dengan anak-anak lainnya dan harapan kami setelah mengikuti assesment ini kepercayaan mereka akan kembali dan lebih baik lagi kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan,” Tutup Fadillah Natalia, SST, M.K.M.

Ditempat yang sama, Unit PPA Satreskrim Polres Simeulue Bripka Bripka Wardika Saputra, menuturkan, “Dimana merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan Atas Undang undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” Ungkapnya.

Lanjutnya, Salah satu kegiatan tersebut adalah wawancara dan assesment terhadap korban yang dilakukan di ruang unit PPA Polres Simelue,” Tutupnya.

Sementara itu ibu dari korban saat ditemui mengharapkan, pelaku pencabulan terhadap anaknya, berharap akan diberikan hukuman yang seberat-beratnya.
[Monanda]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here