Program PTSL Didesa Mori Terlaksana Dengan Sukses.

0
279

Bojonegoro:Sertifikasi tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019 setifikatnya. di Desa Mori sudah hampir rampung.

BadanPertanahan Nasional (BPN) ditargetkan menyelesaikan sertifikat jumlah bidang tanah dengan sasaran di seluruh wilayah desa Mori.

Jumlah desa yang jadi sasaran PTSL tahun ini di Kabupaten Bojonegoro tidak banyak. Tapi Alhamdullilah didesa Mori itu akan disapu bersih dan akan segera disertifikatkan,” jelas Kepala BPN Kabupaten Bojonegoro.

Dikatakan  selaku Kades Mori saat ini petugas BPN sudah bekerja semaksimal mungkin dengan memetakan lokasi. Nantinya, di desa Mori akan melaksanakan pemetaan dan pengukuran terus yang ikut serta program PTSL akan disapu bersih setiap bidang tanah yang belum bersertifikat.

Baik bidang tanah yang sudah didaftarkan, belum didaftar, maupun bidang tanah yang bermasalah.

Dalam pendataan bidang tanah, Kades Mori mengaku dalam hal ini melibatkan RT dan RW serta pengurus setempat dalam proses pengumpulan berkas dan pengawalan pengukuran.

Baru di Kecamatan Trucuk dimana desa Mori masuk dalam PTSL. Dari seluruh  bidang yang sudah diajukan, bidang rencananya akan dicocokan dan diserahkan dan segera dijadwalkan untuk pengajuan,” papar Kades.

Lebih lanjut Kepala Desa Andik Triatmojo menyampaikan, dengan adanya Program Nasional Agraria (Prona) yang saat ini disebut PTSL, sangat membantu masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah. Pasalnya, biaya pengurusan sertiifikat tersebut mendapat subsidi dari pemerintah.
Kalau mengurus sendiri pasti biayanya lebih tinggi dan butuh waktu cukup lama. Dengan PTSL ini juga menambah Pendapatan Asli Daerah karena warga jadi tertib bayar PBB,” ujarnya.

Kades  Andik Triatmojo juga mengatakan, mulai 2019 ini program PTSL mulai melakukan tuntas desa. Artinya, setiap bidang di desa Mori  yang jadi sasaran dituntaskan secara keseluruhan. Jadi, warga dalam satu desa yang belum memiliki sertifikat didata dan dimasukkan dalam program PTSL sehingga satu desa bisa tuntas. Untuk itu, Andik berharap tidak ada warga dan belum memiliki sertifikat tercecer saat pendataan. (Yuk /3s)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini