Hadiri Lokakarya Anti Radikalisme, Kapolres Bojonegoro Mengajak Untuk Mewaspadai Paham Dan Kelompok Radikalisme

0
31

Bojonegoro – Bertempat di Aula Masjid Al -Biru ,Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, telah menghadiri acara Lokakarya yang diselenggarakan oleh masjid Al-Biru,dengan mengambil tema “ Anti Radikalisme Agama Perspektif Pendidikan”, Sabtu (12/10/2019)

Selain Kapolres  acara Lokakarya juga dihadiri ,Kadiknas Bojonegoro Drs Hanafi, KH. Abdul Ghofar Rozin M. Ed dari Staf Khusus Presiden.dan juga dihadiri Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Faisol Fatawi, M. Ag, Rektor INAIFID Kencong Jember Rijal Mumazziq,  M.Hi, Dewan Rois Suriyah PCNU Bojonegoro KH. Maimun Syafii, Wakil Ketua PCNU Kabupaten  Bojonegoro KH. Hilmi Al Jumaidi dan peserta dari para guru dan dosen agama Islam Aswaja Nahdlatul Ulama (NU).

Awal sambutan oleh Kadiknas Bojonegoro, Drs. Hanafi, Ia sangat mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan Lokakarya ,dengan mengambil tema Anti Radikalisme Agama Perspektif Pendidikan .

Dengan berkembangnya pahamradikalisme di Indonesia saat ini,dilihat dari segi pendidikan sangat berpengaruh sekali,karena paham radikalisme tumbuh sejak dini yaitu dari pendidikan anak.

Dengan masuknya paham radikalisme di dunia pendidikan maka saat ini kami telah menimbang bahwa pendidikan agama dalam pelajaran sangat minim sekali jam pelajarannya ,sehingga Dinas Pendidikan mengusulkan pelajaran Agama perlu adanya penambahan jam.guna untuk mempertebal pemahaman syariat syariat Islam yang sesuai dinegara Indonesia.

Kapolres Bojonegoro, dalam sambutannya mengatakan, untuk meminimalisir paham radikalisme di Jawa Timur, khususnya di Bojonegoro, pihaknya berupaya dan juga memberikan himbauan, pembelajaran (edukasi) kepada para pelajar yang masih labil dalam menerima informasi. tentang paham Radikalisme yang saat ini sedang berkembang,dan bisa terjadi kapan saja dan dimana perlu kita antisipasi bersama-sama.

Karena itu dengan diadakannya lokakarya anti radikalisme ini, inisiatif Aswaja NU perlu kita apresiasi ,karena apa yang kemungkinan akan terjadi menyangkut masa depan bangsa.

Tanggung jawab penanggulangan paham radikalisme ,merupakan tanggung jawab kita semua tidak hanya TNI Polri dan pemerintah, karena penanganan terkait radikalisme masih masif contoh yang baru saat ini di Pandeglang Banten dimana kelompok tersebut secara terang terangan menyerang pejabat negara.

“Kita mengajak peserta lokakarya ini untuk melawan paham radikalisme yang saat ini berkembang dan memasuki para remaja usia pelajar dan mahasiswa melalui metode pencucian otak. Radikalisme sendiri memiliki makna paham yang menginginkan perubahan sosial politik dengan cara kekerasan atau drastis”, Tandas Kapolres kepada Wartawan.

Peran serta seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan paham radikalisme menjadi sebuah kepentingan untuk menunjukkan kesadaran dan pertahanan bersama.

Dengan diadakannya kegiatan lokakarya ini ,semua pihak diwajibkan berupaya untuk  meningkatkan pengetahuan bahaya dan penanggulangan radikalisme di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

AKBP Ary Fadly  menghimbau dan mengajak peserta lokakarya, untuk bersama-sama menanggulangi paham radikalisme,dan juga mewaspadai penyebaran berita hoax melalui media sosial dan jangan sampai kita menjadi bagian dari paham radikalisme yang akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa.(yuk3s/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here