Polri dan TNI Bantu Masyarakat Korban Banjir di Simeulue

0
72

Simeulue – Bentuk kepedulian sinergi Polri dan TNI, dengan sigap bahu-membahu membantu masyarakat di dua desa yang tergenang akibat banjir luapan dari sungai yang tak menampung debit air sungai tersebut, Kamis (17/10).

Dua desa yang tergenang akibat banjir luapan sungai terjadi di Desa Lamayang dan Desa Latitik dalam Kecamatan Simeulue Tengah dan sebanyak 13 rumah di Desa Lamayang dengan ketinggian air mencapai 100 cm dan 41 rumah di dalam Desa Latitik ketinggian air mencapai 150 cm.

Menindaklanjuti peristiwa akibat banjir tersebut, Kapolsek Simeulue Tengah, Iptu Hermansyah, bersama beberapa Personil Polsek dan dibantu oleh anggota Koramil 02 Simeulue Tengah bersinergi melaksanakan evakuasi terhadap masyarakat yang memerlukan bantuan untuk diamankan ketempat yang lebih tinggi.

Inilah bentuk pelayanan dan pengabdian Kepolisian kepada masyarakat, dengan sigap Kepolisian bersama TNI langsung membantu warga yang terkena luapan banjir didua desa.

Selain itu, salah satu anggota Bhabinkamtibmas Polres Simeulue Bripda Saipullah sapaan akrab dalam desa binaannya sebutan Wak Lah, dan Aipda Abdul Gafhar, dengan sigap terjun keluapan air untuk membantu dan menolong seorang warga yang telah lanjut usia untuk diseberangi ketempat yang aman.

Kapolres Simeulue AKBP. Ardanto Nugroho, S.I.K.,SH.,MH., melalui Kapolsek Simeulue Tengah Iptu Hermansyah mengatakan, Saya selaku Kapolsek langsung memerintahkan personil untuk segera membantu warga yang menjadi korban banjir, serta terus memonitor perkembangan ketingggian luapan air.

Selain itu, Kapolsek Simeulue Tengah juga mengimbau kepada masyarakat apa bila air terus naik agar mengamankan barang-barang berharga seperti surat-surat penting dan barang lainnya termasuk peliharaan hewan ternak.

“Saat ini, warga masyarakat di Desa Lamayang mengungsi di Balai Desa. Untuk masyarakat dalam Desa Latitik mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, saat ini dalam kejadian banjir tidak ada korban jiwa dan dari Kerugian harta benda masyarakat belum bisa ditaksir,” Tutupnya Iptu Hermansyah.
[Monanda Phermana]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here