Muswil KAMMI Aceh, Generasi Muda Dalam Menangkal Radikalisme dan Komunisme

0
72

Banda Aceh – Musyawarah Wilayah (Muswil) KAMMI Aceh dan Seminar Kebangsaan dengan tema “Generasi Muda dalam Menangkal Radikalisme dan Komunisme” dilaksanakan di Aula Mahkamah Syari’ah Aceh, Komplek Keistimewaan, Kota Banda Aceh, Sabtu (02/11/2019)

Plt Ketua KAMMI Aceh, Muhd. Tona Fajri, S.Pd.I, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa organisasi ini sudah banyak pengalaman dalam menangkal radikalisme dan komunisme.

“Islam itu Rahmatul Ilahi, bukan teroris dan bukan radikal. Kita pernah melaksanakan pelatihan Bela Negara di Rindam IM pada tahun 2014 lalu yang diikuti 150 Mahasiswa,” ujar Fajri.

Menanggapi isu radikalisme yang berkembang di masyarakat, Fajri mengajak untuk menangkal serta menghindari berkembangnya faham tersebut. Ia juga berharap adanya regenerasi kader-kader KAMMI untuk meneruskan kegiatan seperti itu selanjutnya.

“Bagi adik-adik mahasiswa, regenerasi kedepan nantinya harapan kami agar dapat mengikuti kegiatan ini dan munculkan ide-ide yang bisa membangun bangsa dan negara. Kami tdk ingin jika selesai kuliah hanya menjadi politisi saja, jadilah kader atau pengusaha, intelektual, birokrat ataupun cita-cita kita apa saja yg menjadi keahlian dan potensi kita di bidang masing-masing,” pintanya.

Sementara itu, Tuanku Muhammad, S.Pdi, anggota DPRA dalam sambutannya mengatakan bahwa KAMMI akan melahirkan pemimpin-pemimpin besar yang berkompeten serta dapat memberikan Kontribusi terbaik untuk Aceh dan bangsa ini.

“Kita nomor dua terbanyak di seluruh Indonesia karena memiliki 8 Pimpinan Daerah (PD) KAMMI di Aceh. Terimakasih atas kehadiran para kader dari kabupaten/kota dan kecamatan seluruh Aceh,” ungkapnya.

Tuanku Muhammad juga berharap kepada kader-kader KAMMI agar dapat kuat secara fisik maupun mental dalam menangkal radikalisme dan komunisme.

“Kami berharap kader-kader KAMMI kuat secara fisik dan mentalnya, artinya jangan hanya kuat badan tegap tetapi mentalnya rusak. haram bagi KAMMI jika kuliah tidak selesai,” ungkap Tuanku Muhammad.

“Dengan dididik dan diberikan pembekalan seperti kegiatan Bela Negara di Rindam IM, para kader KAMMI dapat disiplin dan menjadi contoh yang baik,” imbuhnya.

Menjadi pemateri dalam Seminar Kebangsaan, Kolonel Inf Kosasih, SE, Perwira Ahli Kodam IM Bidang Sosbud menyampaikan bahwa salah satu cara dalam menangkal radikalisme adalah selalu menjaga serta memelihara persatuan dan kesatuan.

“Jangan pernah berhenti belajar hingga akhir hayatmu, generasi muda itu unsur penting dalam pemerintahan. Sebagai agen pembawa perubahan, maka tanggung jawab dan peran Mahasiswa/generasi muda disegala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dgn nilai yang terkandung dalam pancasila dan amanat UUD 1945,” ujar Kolonel Kosasih.

“Perbedaan bukan untuk diperdebatkan, kita harus bersatu dalam kebhinekaan. Gunakan waktu untuk berlatih dan belajar, karena kita sedang membutuhkan generasi muda yang tangguh. Sukses itu harus melewati banyak proses bukan banyak protes,” imbuhnya.

Komunisme adalah sebuah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi (modal, tanah, tenaga kerja) yang mempunyai tujuan terwujudnya masyarakat makmur, masyarakat komunis tanpa kelas dan semua orang sama. Pada dasarnya ideologi komunisme sangat berlawanan dengan pancasila, sebab dalam komunisme sangat membatasi demokrasi serta hak individu tidak diakui.

Tap MPRS Republik indonedia Nomor XXI/MPRS/1966.
Tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi PKI dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran Komunis/Marxisme – Leninisme.

Lanjutnya, bukan hanya sekedar mengingatkan hasil akhir dan tahu beres tapi harus selalu KEEP ON PROGRESS. Percayalah tidak ada jalan lain untuk sukses selain yang melewati proses, hasil akhir bukan satu-satunya penentu tapi selalu bergerak maju itulah yang sebenarnya membentukmu.

“Bukan jamannya lagi melakukan tawuran dan kerusuhan, generasi muda garda terdepan jangan pernah terprovokasi dan ikutan menjadi Radikalisme,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, bersihkan kampus dari bahaya radikalisme dan adakan kegiatan seperti, Kurikulum kaderisasi Responsif Radikalisme. Materi pendidikan deradikalisasi. Pendidikan pancasila dan pendidikan agama. Mengembangkan diskusi kader yang berkaitan dgn cross-cultural understanding. Mentradisikan dialog.

“Internalisasi Nilai-nilai islam yang ramah. Kemitraan perguruan tinggi. Budaya Literasi islam santun,” paparnya.

“Jadilah generasi perubahan, pegang teguh pancasila agar terhindar dari kehancuran. Generasi milenial harus berada didepan arah kedepan bangsa ini berada ditangan pemuda milenial dan pemuda yang tangguh dan baik,” tandas Kolonel Inf Kosasih, SE.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here