Letram: Tokoh Perempuan, jadi Pilihan Alternatif Pilwali Surabaya 2020

0
59

Surabaya – Kontestasi pilwali Kota Surabaya 2020, secara politik berbeda dengan sebelumnya. Bila sebelumnya pada tahun 2015, relatif tidak ada persaingan, karena sulit untuk menemukan figur yang bisa menyaingi Tri Rismaharini, petahana yang prestasinya dalam memimpin kota diakui oleh dunia internasional.

Untuk Pilwali 2020, Risma sudah tidak akan mencalonkan diri lagi karena telah dua periode, maka secara otomatis akan terjadi persaingan yang ketat. Banyak tokoh dari beberapa unsur, mulai berani secara terbuka untuk mencalonkan diri.

Namun untuk saat ini, warga Surabaya menginginkan figur wali kota ke depan adalah sosok yang secara kriteria menyerupai Risma. Termasuk juga, mulai memikirkan lagi apakah perempuan diperlukan untuk menjadi wali kota lagi.

“Banyak figur perempuan yang perlu dicoba untuk dicalonkan walikota, seperti Arzeti Bilbina (DPR RI), Dyah Katarina, Erma susanti (DPR Jatim),” kata Dr. Dwi Prasetya, pengamat komunikasi politik.

Sementara itu ketua Lembaga Transformasi (Letram), Moch. Mubarok Muharam mengatakan, sosok kaum hawa yang akan diminati warga Surabaya paling tidak harus mengimbangi karakter kerja keras Risma selama memimpin kota pahlawan.

Dosen Universitas Darul ‘Ulum (Undar) Jombang itu juga menambahkan, kandidat wali kota Surabaya harus mampu menjadikan kelemahan Risma selama duduk di Surya-1 (julukan wali kota Surabaya) sebagai sarana merebut simpatik calon konstituen.

“Tetapi yang terpenting seluruh cawali, termasuk figur perempuan harus meniru etos Risma sebagai pekerja keras dan perlu belajar untuk memperbaiki kelemahan kepemimpinan Risma” kata Moch. Mubarok Muharam, ketua Lembaga Transformasi (Letram). (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here