Warga Minta Pengurus ITDC Takut Kepada Tuhan, Bayar Tanah Warga Jangan Arogan

0
142

NTB, sigap88news.com ||
Sebenarnya “Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sendiri menghambat atau yang memperlambat pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Nusa Tenggsra Barat (NTB). Buktinya ITDC sendiri yang persulit pembayaran Tanah warga yang terletak di dalam kawasan Sirkuit MotoGP Mandalika NTB. Bahkan ITDC menggunakan pengaruhnya sebagai BUMN melalor warga kepolisi.dengan alasan penggeregahan.padahal warga sejak lahir sudah menempati tanah miliknya itu.

Sesungguhnya masih banyak Tanah Warga yang belum di bayar ganti rugi oleh ITDC. Seharusnya ITDC sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu jangan bertindak arogan, jangan mempersulit rakyat yang memiliki hak atas tanah tersebut.Tapi bayarlah tanah rakyat sesuai keputusan bersama.

Tanah rakyat tersebut termasuk tanah milik Gema dan tanah milik Jinalim seluas 60 Are sudah di Verifikasi di Kantor Gubernur NTB maupun sesuai surat Badan Pertanahan Nasional RI Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Lombok Tengah No.111/52.02/IV/2019 tanggak 22 April 2019 yang ditujukan kepada Sekretaris Satgas Saber Pungli di Jakarta dan surat dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Provinsi NTB No.Ip 02.01/1013.52/IV/2019 tanggal 23 April 2019 yang ditujukan kepada Sekretaris Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar di Jakarta.

Demikian dikatakan sejumlah pemilik tanah, antara lain pemilik tanah bernama Gema Lazuardi (51) dan Jinalim (50) saat ditemui wartawan Media iniJumat(18/1/2020) di Mataram NTB.

Gema dan Jinalim menyatakan “Jangan heran sejumlah warga ternasuk dirinya tetap bertahan ditanah nya masing- masing karena belum dibayar oleh ITDC. Diingatkan kepada yang merasa didiri berwenang di ITDC bahwa suatu saat kita akan mati dan anda akan mati juga dan akan dimintai tanggung jawab oleh Tuhan Yang Maha Kuasa atas tanah rakyat yang belum Anda bayar. Jika Anda mati akan dijepit dan dimakan oleh tanah jika tidak membayar tanah rakyat karena masih banyak tanah warga yang belum dibayar lunas oleh ITDC. Akibat dari pihak ITDC tidak konsisten untuk membayar ganti rugi tanah warga, maka gelar MotoGP Mandalika terancam gagal.” sebutnya.

Gema panggilan akrab Gema Lazuardi menjelaskan bahwa Ia “memiliki 2 bidang tanah yang terletak persis dalam kawasan Sikuit MotoGP Mandalika. Tanah tersebut terdiri dari 2 persil yaitu seluas 70 Are dan seluas 60 Are. Tanah seluas 70 Are diakui Gema sudah dibayar ITDC.

Sedangkan “seluas 60 Are hingga saat ini belum dibayar ITDC. Tanah seluas 60 Are pada kala itu belum dibayar ITDC karena masih dalam sengketa di Mahkamah Agung. Sehingga pembayarannya pada saat itu ditangguhkan sembari Gema tunjukkan kepada wartawan media ini Putusan Mahkamah Agung RI Reg.No.2987/K/Pdt/1995 bahwa pihak nya yang di menangkan dalam perkara itu. Untuk memperkuat dalil dalilnya tersebut Gema dan Jimalin memperlihatkan kepada wartawan media ini bahwa tanahnya masih tercantum namanya digambar Gema dan Jumalin pada Satelit Blok A.” Tegasnya.

“Tanah seluas 60 Are tersebut sejak dulu hingga saat ini masih dikuasainya sembari Gema perlihatkan kepada wartawan media ini sejumlah surat surat lain terkait tanah tersebut antara lain bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan atas nama Gema Lazuardi.Kwitansi Pembayaran tanah seluas 60 Are dengan harga Rp 300 Juta dari Amaq Anum.bukti Akta Jual Beli. 3 September 2014.Akta Notaris Masyhuda Nur’Ahsan,SH.MH. no.09 Tanggal 9 Novenber 2016. Surat dari ITDC No.18/KPM/ITDC/X/2016. Praya Tanggal, 25 Oktober 2016 tanda tangan Cap ITDC I Gst Kanang Bratasuta dan sejumlah bukti surat surat lainnya. Tanah tersebut akan Gema Jual dengan harga Rp.30 Miliyar. ITDC memiliki HPL itu padahal warga masih menguasai tanah tersebut sejak dulu secara terus menerus hingga saat ini.” Jelas nya.

Demikian pula Jinalim “mengaku tidak pernah menjual tanahnya seluas 60 Are itu kepada ITDC. Tanah tersebut lanjut Jinalim adalah warisan/ peninggalan orang tuanya. Sejak lahir Jinalim dan saudara saudaranya tinggal dan dibesarkan ditanah tersebut dan hingga saat ini tanah tersebut masih dikuasai nya.sampai tega ITDC.Menilai sebagai oenggeregshan. Kenapa ITDC menganggap penggeregahan dengan melapor ke polisi padahal Jinalim sejak lahir tinggal ditanah tersebut. Tegas Jinalim.Jika ITDC menyatakan sudah dibeli.dibelinya kepada siapa kata Jimalin dengan nada tanya. Jinalim akan menjual tanahnya seluas 60 Are itu sesuai harga standar saat ini sebesar Rp.30 Miliyar.” sebut nya.

Jika ITDC tidak membayar tanahnya maka “Gema dan Jimalin serta sejumlah warga lainnya tidak akan keluar dari tanah miliknya tersebut. Oleh karena itu demi untuk sama sama mensukseskan program pemerintah diharapkan kepada ITDC untuk segera membayar harga tanah milik Gema dan Jinalim serta warga lain yang belum dibayar.” Tutupnya.

Hingga terbitnya berita ini pihak ITDC belum dapat di hubungi.

Taqwa NTB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here