dr. Mutia Pitri: Tenaga Medis Bekerja Sesuai SOP Tidak Ada Yang Perlu Dikhawatirkan Dari Mereka

0
85
Foto : Direktur Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim Gayo Lues, dr. Mutia Pitri

Gayo Lues, sigap88news.com – Konferensi pers hasil swab 19 orang yang sempat kontak dengan pasien positif Corona termasuk tenaga kesehatan yang bertugas di RSU Muhammad Ali, hasilnya negatif Covid-19 setelah dilakukan tes swab.

Dikesempatan itu Direktur RSU Muhammad Ali Kasim Kabupaten Gayo Lues, dr Mutia Pitri mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gayo Lues untuk tidak menolak keberadaanya dalam masyarakat hanya karena mereka bekerja sebagai garda terdepan dalam penanganan pencegahan penularan virus Corona yang kian hari semakin mencemaskan semua pihak.

Perlu kita ketahui bersama tenaga medis saat bekerja sangat mengutamakan standar operasional prosedur (SOP) dan mereka saat selesai melaksanakan tugas kami pastikan keadaannya baik-baik saja, semua tenaga kesehatan kami sudah menjaga diri mulai dari mencuci tangan hingga memakai alat pelindung diri (APD), sehingga tidak ada yang perlu di khawatirkan.

Menyangkut hal ke pasien positif Corona cuma beberapa tenega medis kami yang kontak langsung, tetapi hari ini kita dengar mereka juga sudah menjalani isolasi selama menunggu tes swab dan Alhamdulillah semua negatif.

“Jangan hukum kami dengan pemikiran yang bisa membuat kami merasa terkucilkan, kami bekerja bukan untuk kepentingan pribadi tapi ini semua murni panggilan tugas untuk menyelamatkan kita semua di Negeri seribu bukit ini, dukungan serta do’a warga Gayo Lues yang kami harap semoga kami bisa selalu bekerja dan mengabdi secara ikhlas bukan hujatan,” tutur dr. Mutia dengan wajah sedikit kecewa, bertempat di posko Covid-19 Gayo Lues Bale Musara, Selasa (28/04).

Lanjut dr. Mutia Kepada Kepala Desa, Perangkat Desa, agar untuk memberikan sosialisasi kepada warga masing-masing tentang keberadaan tenaga medis jangan pernah menjauhi atau mengucilkan mereka, jangan dianggap mereka ini sebagai pembawa virus, mereka bekerja dengan menggunakan APD.

“Kedepannya kita berharap jangan lagi ada kejadian seperti pada salah satu desa di kecamatan Blangkejeren ini yang sempat menolak keberadaanya seorang tenaga medis sekembalinya bekerja dari Rumah Sakit,” tutupnya. (Edi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here