Wabup OKU Hadiri Rakor Bersama Gebernur Dan Bupati /Walikota Se-Sumsel

0
319

Baturaja, Sigap88News.Com || Menindak Lanjuti Arahan Presiden Jokowi Terkait Serapan Anggaran APBD Tahun 2020 dan Realisasi Anggaran Covid-19.

Gubernur Sumsel Herman Deru Melakukan Rapat koordinasi (rakor) dengan para Bupati/Walikota, jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel dan instansi terkait dalam rangka optimalisasi pencegahan dan pengendalian pandemi covid-19 dan penyerapan anggaran guna menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumsel di Griya Agung Selasa (21/7/2020)

Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin oleh Gebernur Sumsel dihadiri oleh Wakil Bupati OKU Drs. Johan Anuar, SH, MM.

Didalam Rakor ini, Gubernur Sumsel Herman Deru dalam arahannya menginstruksikan Bupati/Walikota Se-Sumsel untuk segera Belanjakan APBD Tahun 2020 Dan menekankan segera memaksimalkan penyerapan APBD di masa pandemi Covid-19 ini.

Herman Deru memberikan instruksi untuk membelanjakan anggaran yang ada secepatnya agar APBD ini dapat menstimulan pergerakan ekonomi di lapangan.

“Kita harus menyadari peredaran uang yang dikeluarkan dari kas ini stimulan bagi perekonomian nasional. Saya ingin kab/kota segera belanja, Bank Sumsel Babel sudah ditunjuk untuk berani membiayai kontrak-kontrak dengan pihak ke 3 jika penerimaan APBD prov/kab/kota tertunda akan dibayai Sumsel Babel namun dengan aturan tertentu,” katanya.

Langkah ini diharapkan Herman Deru dapat menjaga pertumbuhan ekonomi Sumsel pada tahun ini tetap mendekati 6%. Namun demikian Herman Deru juga mengingatkan agar proses pemulihan ekonomi ini jangan sampai meninggalkan protokol kesehatan Covid-19.

“Semua daerah mengalami keterpurukan, tapi alhamdulillah Provinsi Sumsel menurut data BI pertumbuhan ekonominya masih stabil di angka rata-rata 4,98 persen.” Ucap HD.

Herman Deru menyampaikan adanya potensi penurunan pertumbuhan ekonomi dapat terjadi apabila Bupati/Walikota tidak segera membelanjakan APBD nya karena APBD ini merupakan stimulan penting bagi roda perekonomian.

Menurut Herman Deru, Hingga saat ini rata-rata daerah baru membelanjakan 20-40 persen saja dari anggaran yang tersedia, Bahkan sektor yang dibelanjakan juga masih terbatas berupa belanja keperluan penanganan Covid-19 dan untuk bantuan pangan ke masyarakat.

Untuk memulihkan ekonomi Sumsel Gebernur meminta Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus dikucurkan,Saat ini realisasi baru 30 persen dari Rp4,4 triliun. Kuota KUR kita baru Rp1,3 triliun yang terealisasi.” Ujar HD.

Gubernur meminta seluruh sektor seperti sektor buruh, pertanian perkebunan dll harus menyadari bahwa peredaran uang dari kas kita adalah stimulan ekonomi. (Hermanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini