Sejumlah Warga Resah Dugaan Pemotongan Bantuan BST Dan BLT Sebesar Rp200 Ribu

0
187

Bojonegoro, sigap88news.com || Sejumlah warga merasa resah atas Dugaan pemotongan bantuan BST dan BLT DD di desa penganten ada 65 penerima (BLT) dan 219 penerima (BST) mengeluhkan indikasi dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan (BST) dampak Covid-19 yang di duga dilakukan ketua RT.

Setelah warga menerima BLT Rp600 ribu dari Kementerian Sosial. Dan disalurkan melalui kantor balai desa penganten pada 5 juli 2020, bantuan tersebut dipotong ketua RT sebesar Rp200 ribu alasan untuk di bagiratakan sehingga tersisa Rp400 ribu yang di sayangkan oleh warga pemotongan dilakukan oleh oknum ketua (RT) di tengah jalan setelah pengambilan uang dari balai desa penganten sebagian penerima juga di datangi rumahnya oleh ketua Rt untk di minta Rp200 ribu Bantuan yang saharusnya Rp600 ribu tinggal 400 ribu.

Di sinyalir pemotongan oleh oknum ketua RT ini warga Desa penganten Kecamatan balen Kabupaten bojonegoro. Jawa timur merasah resah Salah satu warga, yang tak mau disebut namanya demi keyamanan prevasinya, mengaku uang yang sudah diterimanya utuh Rp600 ribu kemudian diminta oleh ketua RT Rp200 ribu.

“Dipotong Rp200 ribu sama RT-nya. Ini tadi dipotong semua yang kemarin ambil di balai desa,
Ia mengaku merasa keberatan dengan besarnya potongan tersebut. “Dipotong Rp200 ribu oleh Pak RT-nya.

Ditempat terpisah pak nyamiran warga desa prnganten Rt 12 Rw 03 membenarkan tentang informasi tiap penerima bantuan BST dan BLT di potong Rp200 ribu oleh ketua RT juga sebelumnya memang ada kesepakatan musawarah antara warga dan pengurus RT jika dana yang diterima akan dipotong sebesar Rp200 ribu dengan alasan akan dibagikan pada warga yang tidak dapat bantuan.dan musawarah itu tidak semua penerima yang setuju dengan pemotongan Rp 200 ribu tersebut. tapi pak RT maksa katanya sudah dikordinasikan dengan kepala desa,” Ucapnya.

Pk nyamiran juga pernah menyampaikan keperangakt desa jangan macam- macam terkaita bantuan yang diturukan untuk warga yang kurang mampu untuk di potong kalau sampai terjadi tak segan segan sya melaporkan kepihak berwajib kata nyamiran waktu di hubungi wartawan melalui whatsaapnya.

“Banyak Mas (warga yang bantuannya dipotong). Harusnya seikhlasnya, apa itu Rp50 ribu atau Rp100 ribu saja. Ini Rp200 ribu dipotongnya, tiap habis pengmbilan terus dipotong ” ujarnya. Kamis,
(25/07/2020)

kepala desa penganten saat hubungi Wartawan mengelak tidak ada pemotongan di desanya.(3s/yuk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini