DPR RI Bersama KKP Gelar Safari Gemarikan di Tuban

0
470

TUBAN, sigap88news.com || Dewan Perwakilan Rakyar RI dari Komisi IV dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Safari Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) di Kabupaten Tuban, Jumat (07/08/2020).

Kegiatan Gemarikan Tahun 2020 ini bertempat di gedung KORPRI Tuban. Acara ini juga ada penyerahan secara simbolis 500 paket olahan ikan dan sembako dari Anggota Komisi IV DPR RI, Farida Hidayati, S.H., M.Kn., yang disaksikan oleh Bupati Tuban H Fathul Huda bersama Ketua TP PKK, Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekologi dan Sumber Daya Kelautan, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc.

Dalam sambutannya, Bupati Tuban mengungkapkan Gemarikan menjadi bentuk motivasi bagi masyarakat agar giat mengonsumsi olahan ikan.

Meski digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, namun tidak mengurangi esensinya. Gerakan semacam ini perlu terus digalakkan agar angka kecukupan gizi masyarakat Bumi Wali, khususnya protein ikan, dapat terpenuhi terutama bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Upaya tersebut dapatnya didukung dengan tersedianya berbagai jenis makanan olahan dan penyajian, yang menarik dan mendapat atusias masyarakat untuk mengonsumsi olahan ikan.

“Karenanya, dapat diviralkan dan diteruskan di lingkungan masing-masing,” kata Bupati dalam sambuatanya.

Pada kesempatan itu, bupati juga menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi adalah keraguan masyarakat terkait kebersihan ikan yang akan dikonsumsi. Kondisi ini perlu campur tangan pemerintah pusat agar memberikan standar maupun label ikan sehat, higienis, dan layak konsumsi.

Di samping itu, nelayan di Kabupaten Tuban berada dalam kondisi memprihatinkan, rata-rata pendapatan kotor nelayan per hari sebesar 100 ribu rupiah. Jumlah ini masih terbilang rendah .

“Pemkab Tuban terus berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan berbagai program maupun bantuan sosial,” terang Bupati Huda.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri KKP, Pamuji Lestari menambahkan, Kabupaten Tuban memiliki potensi ikan maupun laut yang melimpah untuk dioptimalkan. Kabupaten Tuban diproyeksikan menjadi sentra pengolahan ikan dengan pengawasan mutu dan kualitas dari KKP RI.

Gemarikan menjadi momentum untuk meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Kabupaten Tuban yang saat ini mencapai 38,80 kg/perkapita/tahun. Angka ini tergolong tinngi dibandingkan kabupaten/kota di Jawa Timur. Oleh karenanya Kabupaten Tuban menjadi salah satu kabupaten dari 110 yang akan dikunjugi KKP pada Safari Gemarikan 2020.

Pamuji Lestari menerangkan KKP terus berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui program pengembangan maupun bantuan sosial. Diantaranya asuransi nelayan, KUR Nelayan, maupun bantuan paket sembako untuk nelayan terdampak Covid-19. Pengurusan ijin bagi nelayan juga dipermudah secara online/daring.

“Jika dulu memakan waktu 1-2 minggu, saat ini cukup satu jam ijin dapat diterima asalkan dokumen lengkap,” terangnya.

Sedangkan, anggota Komisi IV DPR RI, Farida Hidayati kala ditemui netpitu.com menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 ini, Gemarikan perlu memiliki peranan yang signifikan, mampu menggerakkan sektor industri pengolahan ikan.

Industri pengolahan ikan akan dikembangkan dari hulu hingga hilir, dan memproduksi olahan ikan siap jual. Sejumlah pelatihan akan diberikan agar banyak jenis olahan yang berasal dari ikan laut maupun tawar.

“Langkah ini akan melibatkan masyarakat, pemerintah maupun industri pengolahan ikan,” kata anggota DPR RI yang juga Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini juga mengatakan, mindset masyarakat yang salah perlu diluruskan. Olahan ikan memiliki kandungan gizi yang tinggi, yang berguna untuk meningkatkan kecerdasan anak dan menurunkan angka stunting. Di samping itu, olahan ikan dapatnya dimasukkan dalam paket bantuan sosial.

Tampak hadir pula pada kegiatan ini Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban, Dr. Ir. Amenan; Ketua Dharma Wanita Kabupaten Tuban, Sri Rahayu Budi Wiyana, serta sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten Tuban.
(3s/yuk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini