Eddy Yusuf : Proses Pilkada Ini Nyawa Saya Taruhannya

0
1301

Baturaja, Sigap88News.Com || Pendaftaran calon kontestan pilkada tahun 2020 sudah resmi dibuka pada Jumat (04/09). Merujuk dinamika politik yang terjadi, setidaknya pemilihan kepala daerah di 34 daerah berpotensi besar diikuti calon tunggal.

2 Diantaranya Pilkada dalam wilayah Provinsi sumatera selatan, 2 daerah bercalon Tunggal yang akan melawan kotak kosong yaitu Kabupaten OKU dan Kabupaten OKU Selatan.

Khusus Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang hanya diikuti satu pasangan calon (paslon) saja, sangat mengejutkan masyarakat OKU dan akan menjadi sejarah dalam penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan sekali di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Prov Sumsel.

Pasangan Calon Tunggal tersebut yaitu H. Kuryana Azis dan Drs Johan Anuar dengan jargon Berkerja Lanjutkan yang di dukung 12 parpol.

Sedangkan rival nya pasangan Eddy Yusuf dan Hilman dengan jargon Beriman tidak dapat melaju di pilkada 2020 ini karena terbentur Peraturan KPU.

Menurut Eddy Yusuf, bahwa proses pencalonan Pilkada yang dimulai beberapa bulan yang lalu untuk dirinya dan pasangannya (Hilman) macet total, karena di penghujung penghujung waktu terakhir pendaftaran berbalik, partai partai yang kemarin sudah siap dan komitmen untuk mendukung dirinya dan Hilman di 2 partai itu, dan itu harga pas dan harga mati tidak lebih, berlari semua ke incumbent. Kita tidak perlu puas mengapa mereka lari.”Ujarnya.

“Karena saya memang sudah berniat, saya sangat menyayangi rakyat Ogan Komering Ulu, maka proses Pilkada ini nyawa saya taruhannya. Saya akan tunggu sampai proses perhitungan detik-detik terakhir sampai selesai.” Tegas Eddy Yusuf.

Karena akan saya buktikan bahwa nilai rakyat tidak pernah salah dan rakyat yang kemarin menggungah saya untuk ikut mencalonkan diri di pilkada ini yang akhirnya terbantai oleh proses yang di ciptakan orang orang Indonesia sendiri.”imbuh Eddy Yusuf kepada awak media Saat melaksanakan peresmian Posko Pemenangan kotak kosong Bertempat di Jl.A.Yani Km 7 Kelurahan Kemelak Bindung Langit Kecamatan Baturaja Timur Kab OKU. Minggu (06/09/2020)

Dikesempatan ini juga, Eddy Yusuf didampingi Hilman bersama para Tim disaksikan oleh awak media melakukan Peragaan cara mencoblos Di pilkada nanti dengan mencoblos surat suara yang berkolom kosong di alat peraga,tanda bahwa dirinya dan tim dipilkada 2020 Kabupaten OKU nanti memilih kolom kosong.

“Dengan penuh kesadaran hati dan perasaan prihatin yang mendalam untuk kepentingan rakyat Ogan Komering Ulu (OKU), kita telah diberikan peluang untuk membuktikan kebenaran kita dengan memilih kolom kosong, Bismillahirrahmanirrahim,” Ucap Eddy Yusuf dengan menusukan bambu ke kolom kosong di alat peraga.

Terpisah ditempat berbeda, Anggota Bawaslu Sumsel Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga Junaidi mengatakan, Masyarakat atau pihak pihak yang pro kepada kotak/kolom kosong (Koko) boleh mendeklarasikan diri sebagai bagian dari pihak kolom kosong akan tetapi tidak boleh mendaftar ke KPU sebagai tim kampanye.

Menurutnya, bahwa masyarakat mempunyai hak konstitusi untuk mendeklarasikan diri sebagai bagian dari kolom kosong.

Hal ini dikatakan oleh Junaidi saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Talkshow pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati OKU tahun 2020 semalam dengan tema ‘Pilkada OKU dalam Perspektif Pandemi Covid-19’ di pelataran resto BIL Hotel Baturaja, Sabtu (05/09/2020).

Ditambahkannya, Meski boleh mendeklarasikan diri sebagai bagian dari pihak kolom kosong, akan tetapi menurut Junaidi, pihak yang pro kolom kosong tidak boleh mendaftar ke KPU sebagai tim kampanye.

“Jadi prinsipnya, boleh dan silahkan mengajak masyarakat. Dan tidak dilarang untuk mencoblos kolom kosong. Termasuk membentuk komunitas untuk mendukung kolom kosong, juga tidak dilarang,” tegas dia.

“Tapi ingat, jangan ajak masyarakat untuk tidak memilih. Karena itu larinya ke pidana. ”tandasnya.

Perihal yang disampaikan oleh Junaidi ini dibenarkan oleh Ketua KPU OKU Naning Wijaya, diriya mengatakan bahwa pihak yang pro kepada kolom kosong tidak bisa mendaftar sebagai tim kampanye.

“Tapi kalau membentuk tim diluar, itu bisa-bisa saja. Dan itu hak pemilih, hak nya Masyarakat ”Ujarnya.

Mengenai Saksi Di TPS pada Hari H untuk kotak kosong. menurut Naning, kolom kosong tidak bisa membentuk saksi, Karena seluruh pemilih bisa jadi saksi yang bisa ambil data.

“Yakinlah hasil C1, itu juga akan ditempel,” tegas Naning.
(Hermanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini