Kecamatan Lengkiti Kab OKU Bentuk Relawan Api Disetiap Desa

0
87

Baturaja, Sigap88News.Com || Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Kecamatan Lengkiti telah membentuk relawan api sebanyak 3 orang disetiap desa.

Masyarakat peduli api merupakan mitra pemerintah yang terbentuk dari berbagai elemen yang tujuan utamanya adalah mengoptimalkan peran masing-masing dalam pengendalian karhutlah.

Hal ini dikatakan Camat Lengkiti Yoyin Arifianto, AP, M.Si., Saat menerima kunjungan kerja Wabup OKU Drs Johan Anuar SH, MM., Dalam Rangka Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Lengkiti Tahun 2020 Bertempat di Aula Kantor Camat Lengkiti (Kamis, 10/09/2020).

Camat Lengkiti Yoyin Arifianto, AP, M.Si., menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Lengkiti kini tidak separah dulu.

Di tahun ini jumlah kebakaran hutan dan lahan jauh lebih berkurang. Warga mulai sadar dan mematuhi bahaya serta dampak pembakaran lahan bebas, hal ini berkat sinergitas pemerintah kecamatan, koramil dan polsek lengkiti didukung para kades dan BPD serta semua elemen masyarakat.”Ujar Camat Lengkiti Yoyin Arifianto.

“Karena deteksi dini karhutlah harus dilakukan oleh masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Untuk tetap siaga dengan kondisi cuaca panas melanda pada siang hari.”Imbuhnya.

Sementara itu, Wabup OKU Drs. Johan Anuar, S.H., M.M., mengatakan langkah-langkah kesiapsiagaan satgas karhutlah tingkat Kecamatan Lengkiti untuk menyatukan gerak langkah antisipasi dan peningkatan kewaspadaan dini terhadap potensi karhutlah dan semak belukar.

“Saya mewakili Pemkab OKU menghimbau kepada setiap orang, kelompok masyarakat dan badan hukum yang menjalankan usaha dalam bentuk apapun dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.”tegasnya.

Diteruskannya, Setiap warga masyarakat harus berperan diharapkan partisipasi aktif dalam mengawasi kondisi semak belukar yang ada disekikarnya dari ancaman bahaya kebakaran.

“Maka, tekad utama yang harus kita laksanakan adalah “OKU Tanpa Polusi Asap”, “ujar Wabup OKU Johan Anuar.

Wabup menambahkan, Penanggulangan bencana karhutlah merupakan suatu rangkaian yang bersifat preventif dan antisipatif yang harus diselengarakan secara koordinatif, komprehensif, serentak, cepat, tepat dan akurat dengan melibatkan lintas sektoral dan lintas wilayah sehingga memerlukan koordinasi dari berbagai instansi terkait dengan penekanan kepedulian publik dan mobilisasi masyarakat.

“Untuk itulah melalui sosialisasi ini saya intruksikan agar satgas karhutlah selalu siaga, semua posko dari tingkat kecamatan hingga yang ada di desa agar difungsikan dengan sebaik-baiknya,” Tegas Wabup OKU.

Serta kita mampu mendukung kebijakan pemerintah dan pemerintah provinsi Sumsel terkait dengan penanggulangan setiap gejala karhutlah dan semak belukar.” Pungkasnya.
(Hermanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini