Pekerja Sex Komersial Masih Saja Beroperasi Di Desa Pacing Sukosewu

0
208

Bojonegoro, sigap88news.com || Praktik porstitusi terselubung warung Remang-remang
yang berada tepatnya di Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,masih melakukan aktifitasnya Biasa- biasa saja diduga sebagai imbas ditutupnya lokalisasi Kalisari.

masyarakat waktu ditemui di sekitaran Desa Pacing, Jum’at (18/09/2020) Membenarkan dengan adanya praktik prostitusi di warung tepatnya di dukuh mbabrik, Desa pacing, yang sering di sebut warung pinggir tanggul aliran waduk pacal dan ada beberapa titik lokasi tepatnya utara tangul dan selatan tangul, warga sekitar berharap instansi terkait segera melakukan penertiban.

Menurut informasi, para pekerja seks komersial awalnya hanya berjumlah beberapa orang saja dan kini bertambah menjadi semakin banyak ada juga yang berangkat pagi pulang sore hari dan malam hari, praktik prostiusi tersebut diduga kebnyakan berasal dari eks lokalisasi kalisari, Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.

Telusur Wartawan ini bahwa, warung tempat prortitusi ini yang mayoritas pelayanannya wanita itu menyediakan menu minuman kopi dan diduga menyediakan minuman keras juga tempat karaoke plus.

Selain menjadi pelayan, sebagian besar pekerja warung yang berasal dari daerah sekitar Bojonegoro juga ada yang dari wilayah kabupaten Tuban terkadang menemani orang lagi pesta miras, dan malayani pengunjung dengan tarif Rp100.000 hingga Rp150.000, dan jika hanya menemani karaoke per jam Rp 50.000.

“Kalau pengunjung datangnya jam malam tarifnya agak mahal, bisa bermalam. karena saya yang bayar sewa kamarnya.”mas. Kalau lagi ramai, saya bisa dapatkan lumayan dan bisaq pulang kekampung halaman,” ujar salah satu pelayan warung yang mengaku bernama,”em (50)

Warung tempat ajang porstitusi ini juga menyediakan menu minuman kopi dan kuat dugaan adq minuman keras, plus karaoke tersebut.

Tempat protitusi di desa Pacing, kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro, tersebut sudah beberapa kali di dirazia oleh petugas namun masih saja ada yang Bandel, bersembunyi- sembunyi tidak punya efek jera malah semakin bertambah liar, sehingga masyarakat desa Pacing dan sekitar merasa diresahkan dengan adanya tempat portitusi tersebut” apa lagi di masa pandemi covid 19 ini masyarakat merasa cemas dan panik,takut dampak dari tempat praktek portitusi tersebut.(3s/yuk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini