Setelah Audensi Dua Hari LPPNU Sampang Dengan DPRD, Berikut Rekomendasinya

0
403

Sampang, sigap88news.com || Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Sampang, telah melakukan audensi dengan para wakil rakyat (Anggota DPRD) selama dua hari, kerana alotnya Audensi sehingga menjadi dua hari, LPPNU ini memperjuangkan nasib petani yang ada di kabupaten Sampang.

Sebab, untuk para petani untuk mendapatkan Pupuk Bersubsidi harus memiliki kartu tani, jika tidak maka siap – siap para Petani harus mengucek saku sedalam – dalamnya, dengan harga yang lumayan mahal, maka dari itu, LPPNU Sampang wadul ke Dewan Sampang.

Mereka disambut oleh dua Komisi, yaitu Komisi I dan II DPRD Sampang, tak hanya itu, para legislator tersebut, memanggil Dinas Pertanian, Dispendukcapil, Diskominfo dan Bapelitbangda, tak hanya itu dari pihak BNI juga dipanggil untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan tersebut, yang mana menurut Informasi masih banyak para Petani di Sampang belum masuk di Kelompok Tani otomatis tidak memiliki Kartu Tani.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Purwanto

Anggota Komisi II DPRD Sampang Purwanto, dengan tegas mengatakan, para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), maka Direkomendasikan untuk menyelesaikan keluhan para petani – petani di Kabupaten Sampang, dimana menurutnya, Data yang dipegang oleh OPD terkait para Petani sangat amburadul.

” Kami sangat peduli pada petani kita, tidak akan mungkin tercapai program swasembada pangan, jika para petani tidak didata dengan baik, maka kami di lintas Komisi sepaham merekomendasikan agar OPD terkait segera memenuhi permintaan dari LPPNU Sampang “. Terangnya.

Masih kata Pria Politisi Asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini, dia menilai, Data yang dipegang oleh Dinas Pertanian dinilai semraut, maka dari itu dia pun meminta Dispendukcapil melakukan sosialisasi kepada Masyarakat, terkait status pekerjaan, agar bisa dikelompokan, dia mencontohkan, status pekerjaan Petani, Nelayan dan Wiraswasta, nantinya bisa dipetakan berapa jumlah para Petani, Nelayan dan Wiraswasta.

” Jika singkron Data, kami yakin tidak akan semraut seperti ini, maka juga kami minta Dispendukcapil kembali merevisi kinerjanya, salah satunya beri pemahaman kepada Masyarakat terkait status pekerjaan, agar sesuai, setelah sesuai, kan enak bisa memiliki data yang benar berapa jumlah petani kita, nelayan kita, pada akhirnya jika mereka dapat bantuan bisa tepat sasaran “. Ucapnya.

Selain itu, masih kata dia, ” jangan hanya di data ulang setiap satu Tahun sekali, tetapi per enam bulan, yakni satu Tahun dua kali, agar bisa diketahui jumlah penambahan (Kelahiran) dan pengurangan (Kematian) “. Tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini