Ketua PWRI Sampang Kecam Bahasa Konsultan Pengawas Proyek Menakut – Nakuti Jurnalis Dengan UU ITE

0
701

Sampang, sigap88news.com || Suatu tindakan yang tak patut ditiru, oknum salah satu konsultan pengawas proyek, di Kabupaten Sampang, dimana inisial A ini, menakut – nakuti wartawan saat tugas di lapangan, dengan Undang – Undang ITE dan KUHP Pencemaran Nama baik.

Kejadian tersebut menimpa wartawan sigap88news.com dan kabartegas.net, saat ada laporan masyarakat, bahwa ada sebuah kegiatan fisik berupa proyek rehab SDN Dharma Camplong 1, dimana kegiatan tersebut diduga sarat penyimpangan, diantaranya tidak adanya Kolom Beton, dan tidak ada papan informasi.

H. Moh. Yusuf, S.Pd., MH, atau yang dikenal dengan sapaan akrab Bang Ucup, sebagai Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sampang, mengecam keras, bahasa Konsultan Pengawas kegiatan tersebut, dimana menurutnya, jurnalis telah dibekali Undang – Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999, yang juga didasari UUD Tahun 1945, menurutnya, malah diancam UU ITE dan KUHP Pencemaran Nama Baik.

” Ini Konsultan Pengawas cap apa ?…. Jurnalis sudah jelas dalam melaksanakan tugasnya, tidak lepas juga Kode Etik Jurnalistik (KEJ), agar berita berimbang maka harus konfimasi, kok malah berkesan menakut – nakuti “. Terangnya.

Dia juga menambahkan, salah satu fungsi Jurnalis yaitu, Fungsi Kontrol, menurutnya Konsultan Pengawas kegiatan Proyek SDN. Dharma Camplong 1, perlu belajar kembali, masih kata dia, kegiatan yang diawasi berkesan kurang tranfaran tidak adanya papan informasi, menurutnya jelas sudah melanggar, Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Permen PU 29/2006).

” Diakan Konsultan Pengawas, harusnya tau aturan – aturan tentang apa yang diawasi, sudah jelas menabrak aturan salah satunya tanpa ada papan nama kegiatan, malah sok – sok bicara UU ITE dan KUHP “. Tegasnya.

Dia minta, segera dievaluasi kinerja, pekerjaan proyek SDN Dharma Camplong 1, berikut kinerja Konsultan Pengawasnya, jangan sampai berkesan makan gaji buta atau Asal Bapak Senang (ABS) semua direkom, karena menurutnya, tindakan pencegahan korupsi itu perlu, bukan hanya menunggu selesainya pekerjaan hingga 6 bulan baru bertindak.

” Disdik Sampang harus segera turun kebawah, cek pekerjaan tersebut, evaluasi kinerja Konsultan Pengawasnya, jangan sampai berkesan hanya makan gaji buta dan ABS, ada sesuatu di acc “. Katanya.

Bang Ucup, juga dengan tegas, jika tidak terima dia tunggu di meja hijau, malah dia, juga meminta konsultan pengawas proyek SDN Dharma Camplong 1 untuk melakukan pelaporan ke pihak berwajib dengan komentar – komentarnya, yang jelas menurutnya, kaidah jurnalistik jelas, keberimbangan berita bukan ancaman.

 

Penulis : Toha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini