Bupati Bojonegoro Dr Hj Ana Muawanah Himbau Petani Jangan Pasang Jebakkan Tikus Dengan Setrum

0
107

Bojonegoro, sigap88news.com || Bupati Bojonegoro Dr Hj Ana Muawanah melarang petani memasang jebakan tikus berlistrik karena membahayakan nyawa manusia. Bila masih nekat memasang jebakan tersebut dan sampai mengakibatkan orang meninggal maka petani tersebut akan dituntut secara hukum atau dipidanakan.

Penjelasan itu disampaikan Bupati Bojonegoro melalui surat edarannya yang disampaikan Camat sekabupaten untuk segera disosialisasikan kebawah.(22/10/2020)

Dia mengklaim sudah banyak korban dikabupaten Bojonegoro yang menjadi korban.

Baru baru ini satu keluarga empat orang di kecamatan Kanor yang meninggal dunia ,akibat tersengat aliran listrik jebakkan tikus.yang dipasang di persawahan.

Ana sapaan Bupati Bojonegoro, tidak ingin ada korban baru lagi sehingga mengambil tindakan tegas dengan melarang petani memasang jebakan tikus berlistrik.

“Larangan itu dilakukan setelah menggelar rapat koordinasi dengan aparat penegak hukum. Larangan itu bukan hanya Pemkab yang memasang, tetapi juga oleh pihak aparat kepolisian karena dapat membahayakan jiwa seseorang. Apabila jebakan tikus berlistrik itu sampai mengakibatkan orang meninggal, maka akan dipidana kurungan. Ini peringatan keras kepada petani,” ujar Ana Bupati Bojonegoro

Sebenarnya Ana sudah jauh hari mengimbau agar petani tidak memasanng jebakan tikus berlistrik karena berisiko. Tetapi para petani beralasan bakal menjaga jebakan tersebut selama 24 jam.

4 korban jiwa

Namun, faktanya jebakan tikus berlistrik itu merenggut empat korban jiwa di Kanor Setelah jatuh korban, Bupati Bojonegoro menegaskan semua warga wajib mendapat perlindungan.

Bupati Ana juga menawarkan solusi lain untuk mengatasi hama tikus. Yakni dengan fumigasi pada sarang atau liang tikus, pengasapan dengan belerang, dan pemasangan umpan,pada lahan yang sudah tanam.

Dia melanjutkan solusi lainnya saat kondisi sawah bera atau tidak ditanami maka secara serentak dan rutin dilakukan kerja bakti sanitasi lingkungan. Serta gropyokan tikus serta pengasapan lubang sarang tikus.pemasangan pagupon burung hantu ini juga sangat membantu.

Ancaman Hukuman

Bupati menginstruksikan kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL), camat, sampai ke desa untuk melakukan pendekatan persuasif kepada petani agar mencopot secara sukarela perangkat jebakan tikus berlistrik tersebut.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP M .Budi Hendrawan saat pres rilis sudah menyiapkan Pasal 359 KUHP. Pasal tersebut disiapkan untuk menjerat petani yang memasang jebakan tikus beraliran listrik hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Dia mengatakan pasal tersebut memberi sanksi ancaman pidana sampai 5 tahun.(yuk/tries)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini