Bupati Bojonegoro Sidak Pasca Banjir Bandang yang Melanda Desa Kunci dan Sumberarum, Kecamatan Dander

0
72

Bojonegoro, sigap88news.com || Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu’awanah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasca terjadinya banjir bandang yang melanda Desa Kunci dan Sumberarum, Kecamatan Dander, pada Minggu (29/11/2020) malam kemarin.

Sidak yang dilakukan pada Senin (30/11/2020) tersebut, Bupati Anna didampingi oleh Forum Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Dander dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (SDA).
“Kemarin ada beberapa titik di wilayah Bojonegoro yang diterjang banjir, oleh sebab itu kami mencari tahu penyebab bencana yang terjadi setiap tahun ini,” kata Bupati Anna di sela-sela sidak.

Tangggulangi Banjir, DPU SDA Segera Perlebar Anak Sungai dan Avoer

Oleh sebab itu, pihaknya akan membuat surat dan mengintruksikan agar Dinas PU dan SDA segera melakukan pelebaran sungai avur yang semakin lama semakin menyempit.
“Kami meminta dinas terkait berkoordinasi dengan camat dan kepala desa untuk melakukan identifikasi berapa rumah yang harus dikembalikan sebagaimana fungsinya,” tukasnya.
Bupati wanita pertama di Bojonegoro ini juga meminta kepada seluruh warga untuk bersama-sama dengan stakeholder terkait ikut menangani musibah banjir dengan mengembalikan lahan sebagaimana fungsinya.
“Saya yakin, warga mau gotong royong melakukan hal ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia menyampaikan hujan dengan intensitas tinggi mulai sekira pukul 14.30 wib menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Dander.
Data yang didapat, Desa Kunci, terdampak banjir usai meluapnya sungai setempat beserta adanya kiriman air dari kawasan KRPH Sampang, Temayang. Akibatnya, jalan desa tergenang dengan ketinggian antara 30-60 sentimeter.
Banjir bandang juga menerjang rumah warga di RW 1 dan RW 2 terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 30-60 sentimeter juga areal persawahan.
Untuk areal persawahan yang terendam, luasnya sekitar 50 hektare dengan umur tanaman padi 40 hari. Di sisi lain, jalan poros Bojonegoro-Nganjuk juga terendam kurang lebih sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.
Sementara di Desa Sumberarum, banjir bandang menerjang rumah warga di tiga RW, dengan ketinggian air antara 20-120 sentimeter. Dan jumlah KK terdampak masih dalam penghitungan.
Areal persawahan sekitar 100 hektare dengan umur tanaman padi 10-20 hari juga terendam air. Jalan poros desa kurang lebih sepanjang 1,5 kilometer dan jalan poros Bojonegoro-Nganjuk sekitar 500 meter, begitu pula bangunan SDN 2 Sumberarum.(3s/yuk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini