Ungkap Kasus Pembuatan Bom Ikan, Polisi Temukan 2,4 Ton Bahan Peledak

0
178

Surabaya, sigap88news.com II Ditpolairud Polda Jatim gelar press release ungkap kasus tindak pidana pembuatan Bom ikan dan berhasil menangkap seorang tersangka bernama M. Baidowi (43) warga asal Socah, Bangkalan Madura, yang diketahui ahli dalam pembuat Bom ikan.

Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H., didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, hasil dari penangkapannya ditemukan sejumlah barang bukti peralatan dan bahan peledak sebanyak 2,4 ton atau 2.400 kg dirumahnya.

“Satu set pencetak sumbu pendek, 1.027 selonsong Detonator, rol kabel sumbu, 1.027 selonsong Detonator, kertas bahan pembungkus sumbu dan Potassium Chlorate atau bahan peledak sebanyak 2.400 kg,” ucapnya saat gelar press release pada Senin Siang (28/12/2020).

Ketika dilakukan interogasi tersangka mengaku bahwa Potassium Chlorate yang merupakan bahan pembuat bom ikan itu, sudah dipesan oleh seseorang yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan dan dijual seharga Rp.35.000/kg, sedangkan untuk sumbu Detonatornya dijualnya terpisah seharga Rp.20.000/perbuah.

“Tersangka masih dilakukan pengembangan dan bisnis yang digelutinya sudah berjalan selama dua tahun terakhir mulai tahun 2018,” kata Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H.

Selain itu Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H. juga menjelaskan, bahwa Potassium Chlorate didapat dari PT. DTMK, yang berada di pergudangan Margomulyo Permai Surabaya dengan cara membeli.

“Tersangka terlebih dulu melakukan pemesanan pembelian kepada penyedia barang PT. DTMK, setelah disetujui pemesanan barang tersebut dikirim menggunakan sarana angkut mobil truk. Sementara untuk surat jalannya tertera sodium carbonat padahal isi muatan yang sebenarnya adalah Potassium Chlorate,” jelasnya.

Kalau masalah pembuatan dalam perakitan bom ikan itu, tersangka M. Baidowi membuatnya dengan menggunakan botol Air mineral yang diisi Potassium Chlorate yang dicampur belerang dan arang.

“Selanjutnya sama tersangka diberikan sumbu Detonator untuk alat pembakarannya yang kemudian menghasilkan suatu ledakan,” tuturnya.

Selain ditemukan sejumlah barang bukti peralatan dan Pottasium Chlorate 2,4 ton dirumahnya. Petugas juga memukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu.

“Karena selama melakukan perangkaian Bom ikan. Tersangka M. Baidowi selalu mengkonsumsi narkotika jenis sabu,” tandas Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H.

Tak hanya itu, Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H., juga menyebutkan, hasil dari pengungkapan kasus ini setidaknya sudah menyelamatkan laut Indonesia dari bahaya Bom ikan yang di ketahui dapat merusak terumbu karang dan
Spesies ikan maupun biota laut lainnya.

“Jika satu buah Bom ikan itu diledakan memiliki daya ledak radius 50 meter, Sehingga dari total barang bukti, daya ledak yang ditimbulkan dapat menimbulkan kerusakan seluas 350 hektare,” sebutnya.

Ia menambahkan, untuk tersangka M. Baidowi akan dijerat sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak dan atau Pasal 122 UU Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan Pasal 127 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto Pasal 55 KUHP.

“Dengan pasal tersebut, tersangka akan terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup,” pungkasnya. (Rosi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini