Polres Sampang Beri Keterangan Terduga Oknum LSM Melakukan Pemerasan

0
812

Sampang, sigap88news.com || Berawal dari Laporan dari Korban Asbi (38) Tahun Asal Desa Gulbung Pangarengan Sampang, yang mana, bahwa ada oknum LSM akan memerasnya, maka Anggota Polres Sampang langsung turun kelapangan, alhasil bisa mengamankan kedua Oknum LSM inisial A dan R tersebut. Selasa (23/02).

Konferensi Pers, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sampang AKBP. Abdul Hafidz, SIK., M.Si, turut didampingi Wakapolres Sampang Kompol Rizky Tri Putra E.A.W, Kasat Reskrim AKP Riki Donaire dan Kasubag Humas Polres Sampang IPTU. Sunarto, menyatakan, anggotanya telah mengamankan kedua oknum LSM yang melakukan Pemerasan kepada Korban di Salah satu Cafe di Sampang.

” Pada hari Sabtu (20/02) Pukul 22.00 WIB, di salah satu Cafe di Sampang, telah ada tindakan melawan Hukum yaitu tindakan Pemerasan, maka dari laporan Korban tersebut Anggota kami bisa mengamankan kedua Tersangka saat menerima Uang yang diperasnya “. Katanya

Masih ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Sampang Menjelaskan, berawal pada hari Sabtu (13/02), dimana tersangka mendatangi lokasi pekerjaan Pokmas dengan nilai Anggaran 300 Juta, tersangka menghubungi Korban untuk ditanya siapa ketua kelompoknya, namun korban mengatakan, agar tidak usah mencari siapa ketua kelompok tersebut cukup dengan menghubungi Korban.

Lanjut, Kasat Reskrim, setelah itu, tersangka ini mencoba mengancam korban dengan melaporkan pekerjaan tersebut, jika tidak mau dilaporkan cukup dengan membayar 100 Juta kepada tersangka.

” Tersangka mengancam melaporkan proyek tersebut, jika mau membayar 100 Juta maka tersangka ini akan aman – aman saja ” Terangnya.

Karena korban tidak memiliki Uang sebanyak itu, maka tawar menawar terjadi, hingga Deal 40 Juta, hingga pada hari Sabtu (20/02) di Cafe yang ada uang korban hanya 19.400.000,-, untuk sisanya akan dibayar besok harinya.

” Terjadi negosiasi keduanya, maka disepakati 40 Juta, namun korban hanya punya 19 Juta, dia serahkan segitu, sisanya besok menyanggupinya Korban “. Ucapnya.

Pertagas kembali oleh Kasat Reskrim, bahwa kasus tersebut bukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), tetapi kasus tersebut murni Pemerasan, karena Korban telah melaporkannya, untuk keterlibatan oknum LSM lain masih dalam pendalaman.

” Ingat ini bukan OTT, tetapi kasus Pemerasan, korbannya sendiri yang melaporkan kepada kami, setelah dilakukan ada di lokasi Anggota melihatnya langsung dan seketika itu mengamankan kedua tersangka tersebut “. Jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan kelakukan kedua tersangka tersebut, dijerat dengan Pasal 368 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP ancaman Hukuman maksimal 9 Tahun dibui.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini