Tidak Mempertimbangkan Reward Atau Prestasi

0
133

Bojonegoro sigap88news.com –Puluhan lebih  Kepala Sekolah (Kasek) Dasar Negeri (SDN) Bojonegoro menghadiri undangan Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro  sebelumnya pihaknya mengadukan tentang mutasi  190 Kasek pada 12 Maret 2021 yang dilakukan Bupati Bojonegoro.

Kehadirannya diruang paripurna Kantor DPRD juga didampingi oleh Ketua PGRI Bojonegoro Ali Fatihin Rabu, (7/4)

Kasek SDN yang saat ini bertugas di wilayah Kecamatan Tambakrejo Puji Ningrum mengatakan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dirinya tetap mematuhi keputusan pimpinan namun kali ini cukup berat, lantaran di usianya menjelang masa pensiun yakni 59 tahun, dirinya harus bertugas jauh dari tempat domisilinya di Kecamatan Ngraho.

Sebelumnya dirinya bertugas tidak jauh dari rumahnya, kemudian pada  tanggal 12 Maret 2021 dipindah tugaskan(dimutasi) ke wilayah Kecamatan Tambakrejo, yang jarak tempuhnya 21 Kilo Meter dari rumahnya.

“saya sebagai ASN tetap mematuhi apa yang di putuskan pimpinan, namun kali ini seakan tidak menghargai kerja keras sebelumnya dan saat ini kondisi saya juga sudah sakit-sakitan” ujarnya.

Puji Ningrum menambahkan selama ia menjadi Kasek SDN di wilayah Kecamatan Ngraho di bawah kepemimpinannya Sekolah telah mendapatkan juara dalam bidang lingkungan hidup tingkat provinsi mewakili Bojonegoro, namun dari Pemerintah Kabupaten tidak memberikan reward malah menghadiahi mutasi yang tidak selayaknya.

Ketua PGRI Bojonegoro Ali Fatihin menyampaikan sikap permintaan agar mutasi yang berlangsung pada 12 maret 2021 di lakukan pengkajian atau evaluasi, mutasi dan promosi jabatan memang harus di lakukan namun semua juga harus mempertimbangkan lokasi, usia dan prestasi atau reward yang di miliki masing-masing Kasek juga dalam pertimbangan.

“ini Kepala Sekolah senior sepuh – sepuh semua, di tugaskan di lokasi jauh dari tempat domisili saat masih muda sudah pernah namun kalau saat ini sudah mendekati masa pensiun” tegasnya.

Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Kuzaini menilai mutasi kali ini tidak mempertimbangkan ada reward (Penghargaan) atau prestasi lainnya, padahal mereka adalah tokoh Kepala Sekolah. Ironisnya ada Kasek yang mendapatkan punishment (hukuman) malah mendapat mutasi di sekolah yang bagus.

Menurut Kuzaini  hal ini menjadi kecemburuan dan berpengaruh pada semangat Kasek. semestinya mutasi Kasek tidak ada antar kecamatan namun dalam Kecamatan.

“saya melihat, mutasi ini ektrim karena rata-rata tokoh Kasek yang di mutasi dan mendekati masa pensiun malah di tempatkan di tempat jauh dari rumah” pungkasnya. (Trs/yk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini