Kapolres Tuban Jalankan Program Presisi100 Hari Kapolri, Dengan Bedah Rumah Anggotanya

0
145

Tuban, sigap88news.com || Seorang anggota polisi yang bertugas dijajaran hukum Kabupaten Tuban dan menjalani hidup bersama Istri dan 12 Anak di sebuah rumah yang kurang layak huni.
Anggota polisi tersebut bernama Aiptu Setyo Bekti ber alamat rumah kelurahan Mondokan Kecamatan kota Tuban., bertugas di Mapolsek Montong Tuban dan pengapdianya sudah 35 Tahun pihaknya sebagai anggota Polisi.

Dilihat kasat mata, rumah milik Setyo memang kurang layak huni. Rumah itu memanjang dengan ukuran sekitar 6×20 meter. Dari 3 kamar yang dibangun, hanya ada satu kamar yang bisa ditempati dengan ukuran 2×2 meter. Kamar itu ditiduri oleh 4 anak. Setiap hari satu kamar yang lain, digunakan untuk istirahat dan tidur putra putrinya yang sudah menginjak remaja.

Sementara 2 kamar lainnya belum selesai dibangun dan tampak kumuh. Bangunan utama juga nampak kumuh kurang terawat. Tembok dinding rumah itu juga masih belum diplester, masih nampak batu bata putih (kumbung).

Kini rumah Aiptu Setyo telah dibedah. Rumah itu kini telah layak huni. Perabotan baru seperti springbed juga menjadi hadiah dalam bedah rumah.

“Awalnya rumah ini tidak layak huni. Hanya ada satu kamar berukuran 2×2 meter dipakai tidur 4 anak. Sehingga ini kita renovasi dan bisa ada tiga kamar tidur,” ujar Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan,

Kapolres Tuban AKBP Ruruh berharap rumah bersama perabot yang telah disumbangkan ini bisa dinikmati dan dijaga agar bisa terus digunakan dengan baik oleh Aiptu Setyo dan keluarganya. Kegiatan ini memang termasuk salah satu program 100 hari Kapolri dengan programnya Presisi.

“Ini juga salah satu program kerja 100 hari Kapolri, di mana kita diharapkan bisa berbagi dan tolong menolong kepada sesama dan maayarakat,” imbuh Ruruh.

Aiptu Setyo sangat terharu dan berterima kasih kepada rekan rekan polisi karena ia sekarang punya rumah yang layak dan bisa ditempati bersama semua keluarganya.
“Terima kasih pak Kapolres dan rekan-rekan atas bantuannya,” kata Aiptu Setyo.

Aiptu Setyo menjelaskan anak sebanyak 12 orang tersebut merupakan anaknya yang 9 adalah anak dari istri pertama yang telah meninggal. Saat menikah lagi ia dikaruniai satu anak. Dan dua anak lagi merupakan anak bawaan istrinya yang sekarang atau anak tiri.

“Anak saya ada 12. 9 dari istri pertama, 1 dari istri kedua, dan 2 lagi anak tiri,” tandas Aiptu Setyo.(tries)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini