Aktifitas Korban Pasca Hujan Badai Baturaja OKU

0
159

Baturaja Oku, Sigap88news || Situasi terkini wilayah dalam kota Baturaja dan sekitarnya pasca di hantam Angin kencang disertai hujan deras dan petir pada Sabtu sore (17/04) menjelang buka puasa hingga malam selesai shalat terawih.

Terpantau oleh awak media SIGAP88news pagi Minggu (18/04) terlihat sejumlah warga masih sibuk melakukan perbaikan atap rumah tempat tinggal mereka dan melakukan pembersihan dalam ruang rumah serta menjemur Barang – barang mereka yang terkena air hujan yang masuk melalui atap rumah mereka yang ambruk dan rusak karena di hantam Angin kencang di sertai hujan deras Sabtu malam kemarin.

Sejumlah warga melakukan aktivitas ini terlihat di berbagai daerah di wilayah kecamatan Baturaja barat seperti daerah kebun jati, pemilik warung dan rumah di sepanjang jalan Saung Naga, di desa Laya, Desa Tanjung agung dan Desa Pusar.

Di desa Laya pada pukul 11.00 wib pihak PLN, BPBD OKU,Polisi/TNI Berserta Instansi terkait masih melaksanakan tugas pemasangan beberapa tiang listrik baru dan mengurai kemacetan sepanjang jalan Laya – Muaradua.

Di desa Tanjung agung kec Baturaja barat bisa disebut daerah yang paling banyak di jumpai kerusakan. Hingga Siang masih terlihat sejumlah warga sibuk melakukan perbaikan atap rumah dan melakukan pembersihan.

Salah satunya gedung belajar anak usia dini (Paud/TK) RA DHARMA WANITA II yang terletak di samping Kantor Camat Baturaja Barat Kel. Tanjung agung. Semua isi dalam ruangan kantornya basah dan sebagian rusak tertimpa air hujan dan terkena jatuhan genteng Dari atas.

Saprudin (52) pengurus gedung belajar anak usia dini (Paud/TK) RA DHARMA WANITA II membenarkan kalau sebagian atap ruangan kantor gedung tersebut terbuka karena di hantam angin kencang disertai hujan.

“Iya Dek, Karena Angin dan hujan sore kemaren waktu mau magrib,”ucap Pak Saprudin sambil menunjuk semua perlengkapan kantor yang rusak dan basah.

Sementara itu, Sidiq (35) salah satu warga Rt. 04 desa Tanjung agung didalam peristiwa ini mengalami kerusakan yang paling parah dibandingkan warga sekampungnya. Selain atap rumahnya yang ambruk seluruh isi rumahnya basah terkena air hujan termasuk peralatan elektroniknya.

Tidak itu saja, tempat usaha Sidiq berjualan Mode dalam sehari harinya juga hancur tertimpah atap rumahnya yang ambruk di hantam angin deras semalam.

“Bukan itu saja pak, itu kotak lemari jualan model saya hancur ditimpah atap rumah, terpaksa mau bikin lagi secepatnya biar bisa mencari nafkah,”ujar Sidiq sedih kepada awak media SIGAP88news.

Sidiq menceritakan, waktu kejadian sekira pukul 17.30 sore dirinya bersama istri dan anaknya masih berada didalam rumah, walaupun atap rumah sudah ambruk. Sidiq bersama keluarga tetap bertahan didalam rumah karena diluar hujan deras disertai angin kencang serta gelap karena listrik tiba tiba padam.

“Kami semua panik pak,kami keluar setelah hujan reda,”katanya.

Saat ditanya total kerugian, Sidiq mengatakan untuk kerugian yang dia Alami bisa lebih dari 30 juta.

Sementara itu, Hendri (48) tokoh masyarakat Rt, 04 Desa tanjung agung saat ditemui Awak media Suarageram dilokasi dampak bencana mengharapkan kepada pemerintah kabupaten Oku agar secepatnya dapat memperhatikan dan membantu Saudara saudara nya yang tertimpah musibah ini.

Informasi sementara dampak bencana yang melanda sejumlah Kota Baturaja dan sekitarnya, terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00-18.00 WIB menghantam dan merusak ratusan bangunan rumah penduduk dan mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menyebabkan listrik padam akibat jaringan tertimpa pohon serta puluhan unit kendaraan roda 4 dan 2 rusak.

Hasil data sementara yang masuk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab OKU yang disampaikan oleh Kepala BPDD OKU Amzar Kristopa menyebutkan,
Laporan sementara berdasarkan data dari kec Baturaja barat. Rumah yang mengalami kerusakan di desa Laya 193 dan Desa Tanjung Agung 123 rumah.

“Untuk Kecamatan Baturaja Timur laporan nya yang baru masuk 10 rumah,”kata Amzar.

Saat ini, kita masih menunggu bantuan dari pihak provinsi. korban terdampak hujan disertai angin kencang masih membutuhkan bantuan berupa sembako, makanan siap saji tenda/terpal dan kebutuhan lainnya.
karena sebagian besar rumah korban terdampak mengalami kerusakan rata – rata pada atap rumah,”pungkasnya. (Hrm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini