Fathul Jawad : Aneh, Sisi Lain Warganya Dilarang Mudik, Tetapi WNA China Boleh Masuk Indonesia

0
522

Sampang, sigap88news.com || Kekecewaan Masyarakat juga muncul terhadap masuknya Warga Negara Asing (WNA) Asal China masuk ke Indonesia, ditengah larang Mudik bagi seluruh Masyarakat Indonesia, datang dari Tokoh Agama (Toga) Asal Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang Madura KH. Fathul Jawad.

” Aneh, Sisi Lain Warganya Dilarang Mudik, Tetap WNA China Boleh Masuk Indonesia “. Ucap dengan nada kesal.

Dia mengatakan, jika untuk memerangi penyebaran wabah Covid -19, Pemerintah mengeluarkan himbauan untuk larangan mudi, maka sebagai warga negara yang baik mematuhinya, namun himbauan tersebut, juga berlaku kepada para wisatawan WNA, agar tidak muncul kegaduhan di tengah Masyarakat.

” Saya sangat setuju dengan himbauan pemerintah untuk memerangi wabah Covid -19, tetapi juga diberlakukan kepada para wisatawan WNA, untuk sementara larang juga masuk ke Indonesia, sampai himbauan itu dicabut, agar tidak terkesan lucu “. Katanya.

Dengan alasan apapun, karena, menurutnya, Masyarakat yang ingin mudik harus berputar balik, maka, harus juga lakukan kepada wisatawan WNA, dengan seperti itu, penilaian Masyarakat kepada Pemerintah tidak setengah – setengah.

Pihak Keimigrasian angkat bicara menjelaskan duduk perkaranya. Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting, menyatakan bahwa seluruh WNA China yang masuk ke Indonesia sudah memenuhi aturan keimigrasian dan aturan perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia.

Aturan yang dimaksud Jhoni yaitu Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, dan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 nomor 8/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

“Penanganan setiap warga negara asing yang datang ke Indonesia telah mengikuti aturan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Petugas Imigrasi tidak akan memberikan izin masuk jika para WNA tidak lulus pemeriksaan kesehatan oleh petugas,” kata Jhoni melansir Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/5).

Berdasarkan mekanisme pemeriksaan kesehatan di dalam dua aturan tersebut, Jhoni memastikan seluruhnya dilakukan petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes).

Bahkan Setelah pemeriksaan kesehatan, dia memastikan petugas imigrasi juga akan memeriksa seluruh dokumen perjalanan dan dokumen keimigrasian setiap WNA yang akan masuk ke Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini