Hingga Minggu Pertama PTM, Target  23 Ribu Guru di Lamongan  Tervaksinasi

0
133

“Lamongan,sigap88news.com||”  – Hingga pekan pertama dimulainya   Pembelajaran Tatap Muka (PTM) awal tahun pelajaran ini,  ditargetkan sebanyak  23 ribu lebih guru mendapatkan layanan vaksinasi. Selain itu, sekolah tangguh juga dipertahankan  dan  dibentuk  untuk PTM selanjutnya.
Plt Kadin Pendidikan Lamongan, Mohammad Nalikan mengatakan, jumlah sasaran guru yang akan mendapatkan vaksinasi Covid -19 sebanyak 23.684 guru yang tersebar di seluruh Lamongan. Hingga saat ini, kata Nalikan, terealisasi sebanyak 4.118 guru yang sudah menjalani vaksinasi COVID-19.
“Sasaran ada sebanyak 23.684 guru, sudah terealisasi 4.118 guru,” kata Mohammad Nalikan pada awak media (sigap88news.com) Minggu (23/5/2021).

Nalikan menuturkan,  PTM tahun ajaran 2021/2022, Dinas Pendidikan Lamongan telah melakukan berbagai tahapan. Beberapa tahapan tersebut, papar Nalikan, seperti pembentukan sekolah tangguh dengan infrastruktur prokes dan Satgas Covid-19 di sekolah yang dibekali dengan SOP.
Ia  juga meminta guru untuk tidak berhenti dalam berinovasi dan berkontribusi. “Bapak ibu guru agar tidak berhenti menciptakan berbagai inovasi. Apa yang sudah berhasil di ciptakan seperti digital school, Gerlamsesaku sampai Gerakan Lamongan Menghafal untuk terus kita gerakkan di berbagai lini untuk merangsang anak-anak produktif belajar,” ungkap Nalikan.
Sementara Bupati Lamongan,  Yuhronur Efendi mengungkapkan, di masa pandemi Covid -19 seperti saat ini guru dituntut adaptif menghadapi kebiasaan baru.
Baca juga: Terus Bertambah, Jumlah Kerusakan Bangunan Dampak Gempa Bumi di Blitar Capai 220 Unit
Berbagai perubahan turut dirasakan Yuhronur, mulai dari perubahan perilaku masyarakat, perubahan budaya kerja, perubahan interaksi masyarakat hingga perubahan arus informasi dan digitalisasi yang dialami para siswa.
“Hampir 2 tahun ini kita berada di situasi pagebluk Covid-19. Pada fase 2 tahun itu juga kita merasakan berbagai perubahan perilaku masyarakat, perubahan budaya kerja, perubahan interaksi masyarakat bahkan perubahan yang dialami para anak didik/siswa akibat adanya pandemi,” kata Yuhronur.
Yuhronur  juga mengajak seluruh guru maupun pendidik di Lamongan berlomba-lomba melakukan berbagai inovasi dan melakukan strategi dalam dunia pendidikan untuk menjawab setiap tantangan atas perubahan yang terjadi.
“Ini yang menuntut kita untuk semakin adaptif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena informasi yang paling menonjol di masyarakat yakni terjadinya digitalisasi. Ini merupakan tantangan kita, bapak ibu guru yang sebentar lagi akan memulai PTM,” pungkasnya.(tris/ayu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini