Keripik Debog, Rasa Lokal Kualitas Internasional

0
54

“Bojonegoro,sigap88news.com||” – Pengalaman Yuni Astuti bertandang ke Maroko, Afrika mewakili produk camilan khas Bojonegoro seakan terus berlanjut. Kini keripik debog atau keripik dari batang pisang miliknya berhasil ekspor ke Kanada. Kini, dia persiapan untuk mengirim Debog Chips dan Mindek Sengon ke Negeri Singa alias Singapura.

“Debog chip Minggu kemarin kirim ke Kanada. Bikin invoice, ada faktur juga. Masih kirim dalam skala kecil sekitar 6 kilo. Semoga bisa kirim lebih banyak lagi ke depannya. Kalau untuk yang ke Maroko, saya tidak jualan, tapi dapat undangan ke sana,” ucap Yuni ramah.

Kemasan dari produk-produk Yuni juga tak main-main. Katanya, kemasan juga mempengaruhi kualitas jika ingin produk yang dibuat capai ekspor. Seperti kemasan Debog Chip, ada bagian transparan di area depan agar konsumen bisa melihat tekstur keripik yang terbuat dari gedebog pisang.

Perempuan asal Desa Tikusan, Kecamatan Kapas ini juga memberikan kiat-kiat bagaimana produk makanan-minuman (mamin) di Bojonegoro bisa tembus ekspor. Katanya, kuncinya yaitu selain produk unik, juga melihat kegemaran rasa dari negara yang akan menjadi tujuan ekspor produk.

“Contohnya ada beberapa negara rerata rasa makanan di sana tidak terlalu suka asin atau rasa yang terlalu kuat. Jadi produk saya yang terbaru ada Debog Chips dan Mindek Sengon, alhamdulillah bisa tembus pasar internasional. Sekarang sedang mempersiapkan produk yang akan dikirim ke Singapura,” tutur Yuni sapaan akrabnya.

Yuni berharap, bisa mengangkat jajajan tradisional hingga terkenal di mancanegara khususnya camilan tradisional dari Bojonegoro. Katanya, ada perasaan senang ketika tahu produk Mashallo (merek dagang Yuni) sudah sampai ke luar negeri. Ke depan, Yuni akan aktif mengajak teman-teman UMKM lainnya agar produk UMKM Bojonegoro bisa tembus ekspor.

Ada lima produk yang dibawa perempuan berkerudung ini ketika ditemui di Pusat Oleh-Oleh Endy’s di Jalan Pemuda No 1 E, Kecamatan Bojonegoro. Selain Debog Chips dan Mindek Sengon, ada ampyang kacang, abon dan serundeng.

“Dulu Mashallo terkenal dengan abon dan serundengnya karena saya terjun ke produk itu duluan. Baru-baru ini Debog Chips dan Mindek Sengon. Mindek Sengon itu kegemaran Ibu Bupati,” tutur Yuni sambil tersenyum.

Soal harga, Yuni mematok harga kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu. Haega yang paling mahal yaitu abon yaitu Rp 25 ribu. (Tris/ayu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini