Semua Bupati Blok M, Ada di Sampang Bahasa Pembangunan Madura Bersama BASSRA

0
45

SAMPANG – Dikutip dari Situs web resmi Pemkab Sampang, Seluruh Bupati dari empat Kabupaten di Madura bersama Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) melakukan pertemuan di Pendopo Trunojoyo Kabupaten Sampang, Rabu (2/6/2021).

Pertemuan dengan Ulama se Madura tersebut dilakukan guna membahas beberapa sektor seperti perekonomian, pembangunan dan keagamaan.

Turut hadir di antaranya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, Bupati Pamekasan H. Badrut Tamam dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat.

Sementara itu, hadir juga dalam kesempatan-kesempatan tersebut yakni Ketua Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) KH Muhammad Rofi’i Baidhawi, Sekjen BASSRA KH Syafik Rofii, Korda BASSRA Bangkalan KH Imam Buchori Kholil, Korda BASSRA Sampang KH Muhammad Aunul Abied, KH Syafiuddin Abdul Wahid, KH Mahrus Malik.

Kemudian Korda BASSRA Pamekasan KH Ali Rahbini, KH Muhdlar Abdullah, Korda BASSRA Sumenep Dr. KH Ahmad Fauzi Tidjani, KH Mohammad Solahuddin.

Ketua BASSRA Mohammad Rofik Baidowi menyampaikan bahwa dipilihnya lokasi Kabupaten Sampang sebagai tempat pertemuan berdasarkan kesepakatan pada pertemuan internal BASSRA sebelumnya.

bersyukur seluruh Bupati di Madura bisa hadir dan berkeyakinan jika seluruh pemangku kepentingan di Madura menyatu maka ada suatu permasalahan yang tak selesai.

“Kita disini berkumpul untuk memberikan masukan dan menjadi ajang silaturahmi antara Ulama dan Umara, penyatuan persepsi untuk kemajuan Madura,” ucapnya.

hasil pertemuan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan Halal Bihalal Akbar dengan seluruh Ulama BASSRA yang diagendakan akan dilaksanakan di Sumenep dua Minggu yang akan datang.

Di tempat yang sama, Sekjen BASSRA KH Syafik Rofii berharap pertemuan tersebut membawa manfaat untuk kemaslahatan masyarakat Madura.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menambahkan bahwa pertemuan tersebut dimulai dari undangan dari BASSRA yang menginginkan seluruh Bupati di 4 Kabupaten tanpa persepsi.

Selaku tuan rumah, berharap menyampaikan bahwa memiliki keinginan yang sama untuk penyatuan persepsi dan menghilangkan ego sektoral untuk kemajuan Madura.

“Kami memastikan untuk menghilangkan ego sektoral untuk Madura, harapan kami terus terjalin silaturrahmi yang baik antara ulama dan umara,” tulisnya.

Menurutnya banyak isu yang berkembang seperti halnya peredaran narkoba memang masih sangat masif namun masih bisa ditekan secara signifikan.

“Masalah narkoba terjadi di semua daerah di Madura, kami mengajak ulama untuk berjuang melawan narkoba karena PR tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Lebih lanjut, wisata di Kabupaten Sampang diungkapkan oleh Mantan Anggota DPR RI tersebut tidak akan ada wisata di wilayahnya yang melanggar norma agama dan masyarakat.

berharap keamanan dan situasi di Madura cenderung kondusif sebab jika ada investor hendak masuk ke suatu daerah maka hal tersebut terlebih dahulu ditanyakan.

Idi juga berharap Jalan Lingkar Selatan akan rampung agar nantinya tidak terjebak macet di pasar yang tumpah di daerah Bangkalan.

“Banyak orang Madura yang sukses di Nasional, ada Pak Mahfud MD kemudian Pak Said Abdullah sebagai Ketua Banggar DPR RI kalau semuanya bersatu pasti akan dipermudah segala hal semisal Madura dibangun Tol untuk mempermudah akses,” ujarnya.

Selain itu, dihadapan para ulama, permasalahan konflik Syiah yang bertahun-tahun terjadi akhirnya kini telah selesai dan saat ini telah kembali ke ajaran Aswaja.

“Kami bertekad semua untuk ibadah, semoga pertemuan ini terjadi karena niat baik kepala daerah di Madura terwujud,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan jika program di pemerintahannya tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya dan mengapresiasi digelarnya pertemuan pada kesempatan tersebut.

juga telah mengundang seluruh pengusaha sukses asal Madura yang ada di perantauan pada saat halal bihalal sepekan setelah Idul Fitri sebelumnya.

“Semua Bupati saya rasa memiliki komitmen yang sama, termasuk masalah wisata syariah dan narkoba,” ucapnya.

Bupati Pamekasan Badrut Tamam dalam kesempatan tersebut menambahkan beberapa prioritas sektor yang fokus pada pembenahan termasuk salah satunya pendidikan, kesehatan dan perekonomian.

selalu mendukung Brand Image Madura untuk lebih baik dengan bergandengan tangan bersama ulama.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi dihadapan ulama BASSRA menyalakan jika narkoba perlu dilakukan hingga ke akar-akarnya agar generasi muda di Madura tidak terjerumus ke hal yang sangat bertentangan dengan agama.

Menurutnya, di Sumenep tantangannya sangat besar karena banyak daerah kepulauan yang mudah masuknya pintu peredaran narkoba namun dari hal tersebut juga menyimpan hal positif seperti banyaknya destinasi wisata.

“Kami juga memasang larangan bagi turis asing yang ke Sumenep berpakaian tidak sopan, karena budaya sosial dan agama disini berbeda dengan di Bali misalnya,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, setelah melakukan diskusi bersama, keempat Bupati di Pulau Madura tersebut melanjutkan ramah tamah dengan para ulama yang tergabung di BASSRA.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini