Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Mendorong Potensi Ekonomi Berbasis Pondok Pesantren (Ponpes)

0
124

“Bojonegoro,sigap88news.com||” – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, mendorong potensi ekonomi berbasis Pondok Pesantren (Ponpes) di Jatim agar tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kawasan industri halal. Hal itu bertujuan guna membalik keadaan di Indonesia, supaya berubah dari sebelumnya menjadi importir terbesar produk halal, dan menjadi eksportir produk halal di dunia. Tak terkecuali ponpes yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Khofifah saat memberikan arahan kepada Ponpes peserta program OPOP, bertempat di salah satu hotel di Jalan Veteran, Bojonegoro, Minggu (06/06/2021).

Sementara pesantren program OPOP yang hadir sebanyak 220 pesantren. Berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan Nganjuk. Sedangkan untuk Bojonegoro sendiri dari 278 ponpes, ada 50 ponpes yang ikut program OPOP hadir mewakili.
“Sebagai negara mayoritas berpenduduk muslim terbesar di dunia, ternyata kita ini adalah importir produk halal. Bukan eksportir,” ujar Gubernur Khofifah mengawali arahan.

Lebih jauh, Khofifah juga memaparkan data, bahwa eksportir produk halal justru didominasi oleh negara-negara berpenduduk mayoritas non muslim. Misalnya Thailand, Jepang, Korea, dan Australia. Seharusnya, yang terjadi malah sebaliknya.
Diharapkan dengan program OPOP (One Pesantren One Product), akan mampu menguatkan ekonomi berbasis pesantren, yang tumbuh menjadi kawasan industri halal.
“Insya Allah kita akan mampu membalik keadaan dari importir menjadi eksportir produk halal terbesar di dunia,” tegasnya.
Khofifah yakin, Ponpes di Jatim dapat diandalkan untuk bisa membalik keadaan. Hal tersebut ditinjau dari beberapa sebab. Antara lain, Jatim sebagai kontributor kedua terbesar ekonomi di jawa. Jatim berkontribusi nasional sebesar 14,45 persen.
Pertumbuhan investasi Jatim juga tinggi, saat provinsi lain lesu investasi, Jatim malah menjadi sasaran investasi. Terbukti pada saat pandemi, Jatim menjadi provinsi dengan angka pertumbuhan investasi tertinggi di Indonesia, yakni tumbuh sebesar 33,8 persen.
“Ini artinya investor percaya kepada kita,” ucapnya.
Untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Khofifah menyebut, Surabaya adalah yang tertinggi, sedang yang kedua adalah Bojonegoro.
“Bojonegoro ini kaya,” pujinya disambut applaus hadirin.
Begitu pula populasi muslim dunia pada tahun 2030 mencapai 2.158 miliar atau 26 persen dari total populasi penduduk dunia. Itu adalah pasar baru. Sedangkan 62 persen pasar produk halal berada di Asia Pasifik. Halal, saat ini juga sudah menjadi gaya hidup masyarakat global.
“Pasar terbesar kita ada di tetangga kita,” tandas Khofifah.
Dari data yang disajikan, kata Khofifah, menunjukkan peluang yang menjanjikan untuk terwujudnya pengembangan kawasan industri halal di Jatim. Bahkan semua lembaga pembiayaan pun sudah disiapkan untuk dimanfaatkan percepatan kawasan industri halal.
“Kekuatan dan potensi ekonomi berbasis pesantren ini luar biasa. Jumlahnya mencapai belasan ribu. OPOP diharapkan serius memunculkan produk halal,” pungkasnya.(Tris/ayu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini