Baksebangpol Sampang Bersama Bea Cukai Madura Adakan Sosialisasi Bahaya Rokok Ilegal

0
107

Sampang, sigap88news.com || Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang Bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai , melakukan kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai di aula Kecamatan Tambelangan, pada hari Selasa (09/11/2021).

Bakesbangpol Kabupaten Sampang bekerjasama dengan Dinas Bea dan Cukai, melakukan kegiatan sosialisasi yang bergandengan dengan media, untuk pencegahan dan kurir rokok illegal ,dan apabila rokok illegal tersebut merajalela di wilayah Madura khususnya dikabupaten Sampang.

Maka dari itu, dilibatkannya Para Pengurus Partai Tingkat Kecamatan, Ormas dan Tokoh Masyarakat, agar supaya bisa memberi peringatan dan pemahaman kepada masyarakat, untuk ketentuan hasil cukai dan tembakau (DBHCHT).

Kepala Bakesbangpol Sampang, Anang melalu Sekretarisnya Kusairi menyampaikan, sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan meberikan pemahaman agar tidak terlibat dalam bisnis peredaran Rokok Ilegal.

“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap kepada para pengurus Parpol, Ormas dan Tomas agar dapat menyampaikan kepada masyarakat tentang cukai rokok ilegal, Sehingga mereka memahami dan ikut berpartisipasi dalam memberantas peredaran rokok ilegal,” ucapnya.

Kusairi melanjutkan, dengan adanya keterlibatan wartawan, ia berkeyakinan sosialisasi soal cukai rokok ilegal itu bisa efektif dan efisien.

“ Tujuan kami melibatkan para wartawan adalah demi tersampaikannya edukasi terkait ketentuan cukai dan pentingnya stop rokok ilegal kepada masyarakat, ” lanjutnya.

Sementara ditempat yang sama, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor KPPBC Madura, Ako Rako Kumbaran menjelaskan, bahwa jenis-jenis barang kena Cukai (BKC) berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai pada pasal 4 Ayat 1, adalah etil alkohol, minuman yang mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau.

“Ciri-ciri rokok ilegal adalah rokok polos tanpa ada pita cukainya, rokok yang menggunakan pita cukai bekas, rokok dengan pita cukai palsu, rokok yang tidak sesuai pita cukainya,” jelasnya.

Ako sapaan akrabnya melanjutkan, bahwa hasil cukai melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) dapat berkontribusi dalam pembangunan di daerah termasuk di Kabupaten Sampang.

“Cukai termasuk salah satu penyumbang yang sangat besar untuk negara, yang mana nantinya juga kembali kemasyarakat lagi melalui pembangunan daerah seperti Infrastruktur dan bantuan lainnya yang bermamfaat bagi masyarakat,”jelasnya.

lebih lanjut Ako Rako Kumbaran menuturkan peredaran rokok ilegal sangat merugikan terutama bagi daerah masing-masing maka apabila ditemukan, pihaknya akan menindak tegas sesuai dengan pasal 29 ayat 1, dengan sangsi hukuman maksimal 5 tahun dan minimal 1 tahun atau dengan membayar denda, apabila ada masyarakat yang dengan sengaja pemproduksi dan memasarkan rokok ilegal dengan sengaja.

“Kami yakin dengan menggandeng rekan-rekan wartawan dalam sosialisasi, bisa ikut membantu dan memperluas informasi kepada masyarakat, agar bisa memahami manfaat DBHCHT dan juga memahami sanksi pidana cukai, serta paham ciri-ciri rokok ilegal, sehingga masyarakat tidak terlibat dalam peredaran rokok ilegal minimal dengan cara tidak mengkonsumsi rokok ilegal tersebut,”tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini