Sederet Prokes Ketat yang Diterapkan Satlantas Polrestabes Surabaya di Satpas Colombo dan SIM Corner

0
84

Surabaya – Pelayanan permohonan SIM baru di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Colombo dan perpanjangan SIM di sejumlah SIM Corner menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Kepastian itu disampaikan langsung Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra kepada sejumlah wartawan.

Perwira menengah (pamen) polisi bermelati dua di pundaknya ini menegaskan, pelayanan permohonan dan perpanjangan surat izin mengemudi tak pernah mengesampingkan prokes sesuai anjuran pemerintah, hal itu disebabkan pandemi Covid-19 masih ada meski saat ini trennya tengah melandai.

“Kita memilih menerapkan prokes ketat untuk mengeliminir penularan virus corona,” sebut Teddy, Selasa (14/12/2021).

Eks Kasubbid Provos, Bidpropam Polda Jatim ini menjabarkan setidaknya ada lima prokes yang diterapkan di lingkungan pelayanan SIM beserta instrumen Alat Pelindung Diri (APD). Pertama, di kawasan pelayanan SIM terdapat media cuci tangan berserta sabun dan tisu.

“Semua wajib cuci tangan di situ, sudah kami sediakan di Satpas Colombo maupun di SIM Corner. Prokes yang pertama ini bertujuan agar semua bersih saat masuk mengurus SIM,” ucap Hoofdbureau-9, istilah Kasatlantas di Polrestabes Surabaya.

Adapun yang kedua, petugas menyediakan bilik desinfektan yang bekerja secara otomatis, pengunjung wajib memasuki bilik berukuran 1×2 meter itu untuk kemudian mendapat semprotan disinfeksi.

Sementara ketiga disediakan alat pengukur suhu tubuh, sarana ini berada tepat di depan pintu masuk. Petugas akan mengarahkan pengunjung agar mengecek suhu tubuhnya, tapi ingat batas suhu badan maksimal tak boleh melebihi 37,5 derajat.

“Jadi yang ada di luar ruangan itu antara lain, media cuci tangan, bilik desinfektan dan alat pengukur suhu badan. Pengunjung wajib mengikuti tahapan-tahaan prokes itu,” imbuh jebolan Akpol tahun 2002.

Begitu masuk, pengunjung wajib pakai masker dengan benar, artinya menutupi hidung hingga dagu. Di lokasi pun disediakan masker cadangan, APD ini diperuntukan bagi pengunjung yang maskernya tidak laik pakai.

Tempat duduk di area dalam pelayanan SIM pun disetting berjarak minimal 1 meter, tujuannya mencegah interaksi langsung dan timbulnya kerumunan.

“Untuk (prokes) jaga jarak ini betul-betul kami terapkan secara ketat. Ada juga petugas yang selalu mengingatkan agar tetap menaati prokes,” papar dia.

Tak hanya itu saja, setiap waktu secara berkala pihak Satlantas pun melakukan penyemprotan di setiap sudut ruangan di lingkungan pelayanan SIM tersebut.

“Inti dari semua itu kami ingin tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sembari menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” tuntas Teddy. (Erik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini