Aneh! Pavingblock Program Perkim Dibangun Diatas Lahan Jalan Sawah Pribadi

0
221

Banten, sigap88news.com || Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten (Perkim) menjalankan program pembangunan peningkatan kualitas jalan lingkungan berupa pemasangan pavingblock. Namun program yang diharapkan tertatanya lingkungan dengan memberikan kenyamanan bagi permukiman tersebut belakangan diketahui dalam pelaksanaannya ada yang kurang memperhatikan kebutuhan masyarakat sesuai peruntukannya, seperti halnya terjadi di Desa Pagelaran.

Salah seorang tokoh pemuda Pagelaran, Maman Bonel mempertanyakan pemasangan pavingblock yang ada di persawahan tanpa rumah penduduk di Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak. Ia merasa heran terkait sumber anggarannya yang belum jelas, lantaran tidak melihat papan informasi.

Menurut Maman, pemasangan pavingblock yang pertama dan utama itu untuk jalan lingkungan yang benar-benar urgent, contoh jalan lingkungan yang becek, itu perlu dipavingblock, untuk kenyamanan pejalan kaki. Sedangkan untuk kelancaran transportasi para petani mestinya dibangun melalui program jalan usaha tani (JUT).

“Saya kemarin bertanya-tanya apakah ini dibangun menggunakan anggaran dari pemerintah atau dana pribadi, karena di situ tidak ada papan informasi. Kalau memang dana pemerintah yang digunakan harus ada, kepala desa harus transparan dan tidak mengikuti selera pribadi atau sekehendak hati,” kata Maman, Rabu (27/12/2021).

Selanjutnya, Bonel, demikian sapaan akrab tokoh pemuda ini, mengatakan pemasangan pavingblock di sawah itu tidak tepat meski bisa digunakan roda empat.

“Kalau yang di sawah kurang tepat, yang jelas masyarakat bisa menilai apakah urgent atau tidak, lantas yang masuk ke sana roda empat siapa? Karena setahu saya itu bukan jalan umum, hanya untuk mereka yang punya sawah di situ saja, yang jelas anak kecil juga bisa melihat ini jalan untuk siapa?” tandasnya.

Bonel meminta kepada pemerintah desa Pagelaran agar anggaran yang tersedia digunakan semaksimal dan seefisien mungkin sehingga keberadaannya dirasakan oleh orang banyak, dan jangan sampai hanya dirasakan oleh mereka yang melaksanakannya atau kelompoknya, karena masih banyak jalan lingkungan dan fasilitas lainnya yang harus dibangun.

Hal senada diucapkan oleh Ade Jemeng, salah satu warga masyarakat Pagelaran. Ia mengaku masih banyak jalan-jalan yang dilalui masyarakat yang harus diutamakan dibangun oleh desa, termasuk jalan menuju TPU. “Masih banyak jalan-jalan di permukiman yang digunakan pejalan kaki siang-malam yang harus didahulukan untuk dibangun termasuk jalan menuju TPU, begitu juga di tempat lainnya masih banyak yang perlu dibenahi daripada mempercantik jalan yang hanya bisa dinikmati orang-orang tertentu, pak,” kata Ade Jemeng tanpa menyebut siapa yang dimaksud.

Jemeng juga menduga fenomena ini lantaran kepala desa tidak mampu mengakomodir keinginan masyarakat banyak sehingga terkesan kebijakannya dipaksakan dan lebih mengedepankan kentingan kelompoknya saja.

“Kepala desa mestinya punya kebijakan yang jelas tanpa mengesampingkan yang lain, dan jangan menutup mata,” imbuhnya.

Sementara, Prades yang kesehariannya ngantor di Balai Desa pun tidak banyak yang tahu usulan pemasangan pavingblock tersebut.

Terpisah, Kepala Desa Pagelaran Herliawati mengaku badan jalan yang dipasang pavingblock itu milik pribadinya yang belum dihibahkan kepada masyarakat. Ia juga mengakui pemasangan pavingblock tersebut sisa dari jalan menuju Kampung Cibayawak yang sebelumnya dikonsultasikan dahulu ke konsultan, dengan sumber anggaran dari provinsi.

“Milik pribadi, dapat beli untuk jalan ke sawah, ga masalah silahkan saja digunakan masyarakat,” kata Herliawati, Kamis (28/12/2021).

Menurutnya, jalan menuju sawah tersebut perlu dibangun, apalagi ada masyarakat yang menginginkannya. Namun, Herliawati tidak menampik jika di wilayah desanya masih banyak yang perlu dibangun secara lebih prioritas.

“Masih banyak yang perlu dibangun,” tambah Herliawati.

Menanggapi hal itu, Riefai, salah seorang anggota BPD Desa Pagelaran mengajak sesama anggota BPD untuk lebih memerankan institusinya sesuai dengan tugas dan fungsi yang diemban. Ia juga mengakui jika hal itu terjadi akibat dari lemahnya kinerja BPD itu sendiri.

“BPD itu merupakan mitra sejajar dengan kepala desa yang sama-sama punya tanggung jawab terhadap maju mundurnya desa. Jangan biarkan kepala desa berjalan sendirian tanpa pengawasan, atau malah mengikuti kemauan kepala desa sendiri. Mari kita buktikan bahwa BPD punya peran yang sangat penting sebagaimana amanat yang telah diatur dalam konstitusi yang telah ditetapkan,” ujarnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini