Ancam Keselamatan, 4 Jembatan Gantung di Bayah Perlu Segera Dibangun

0
226

Banten, sigap88news.com || Warga pengguna jembatan gantung di selatan Lebak membutuhkan penyeberangan yang bisa menjamin keselamatan jiwanya, salahsatunya jembatan gantung Leuwi Reunghas yang berlokasi di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Jembatan gantung yang terbuat dari deretan batangan bambu ini kondisinya sangat menghawatirkan. Kawat besi seling jembatan gantung yang membentang sepanjang 50 meter ini terlihat sudah berkarat. Bahkan beberapa pasang batangan bambu yang dijadikan alat pijak di sepanjang jembatan sudah lapuk.

Perlu diketahui, jembatan yang melintasi kali Cidikit itu merupakan satu-satunya akses pertanian bagi warga di kampung tersebut. Setiap harinya, warga yang akan menuju kawasan pertanian dan membawa hasil taninya melintas di jembatan tersebut. Namun karena keterbatasan biaya jembatan itu hanya diperbaiki dengan menambah bambu di sepanjang badan lintasan.

Salah satu warga, Sulis, mengaku bahwa jembatan itu satu-satunya akses warga yang akan membawa hasil taninya. Sulis pun khawatir akan jatuh ke Sungai Cidikit saat melintas di jembatan itu.

“Saya takut jatuh kalau melintasi jembatan itu. Makanya saya pelan-pelan kalau melintasinya. Apalagi kondisi besi seling yang sudah mengarat, kadang-kadang saya suka khawatir besi itu akan putus,” ujar Sulis, Rabu (26/01/2022).

Kekhawatiran yang sama diungkapkan Sudita, petani asal Kampung Cinangga Lebak. Terlebih saat kondisi Sungai Cidikit sedang banjir, dirinya harus berpikir dua kali saat akan melintasi jembatan gantung tersebut.

“Takut Pak, apalagi kalau air sungai sedang besar. Tapi mau bagaimana lagi, cuma ini akses jembatan satu-satunya,” keluhnya, ditemui saat membawa hasil tani.

Sudita pun berharap agar jembatan itu segera diperbaiki agar layak dilintasi, sehingga bisa memperlancar akses warga yang akan membawa hasil taninya.

Terpisah, Kepala Desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik menyampaikan, bahwa jembatan gantung Leuwi Reunghas tersebut hanya diperbaiki lewat hasil swadaya masyarakat. Keterbatasan dana desa membuat pihaknya hanya bisa berharap kepada bantuan dari pemerintah daerah.

“Dana desa kami terbatas, makanya saya akan usulkan ke pemerintah daerah untuk perbaikan jembatan. Di Bayah Timur sebenarnya tidak hanya jembatan ini saja (yang kondisinya menghawatirkan, red). Ada tiga jembatan gantung lainnya yang butuh penanganan serius pemerintah daerah,” jelas Rafik yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Bayah.

Rafik mengaku sudah mengusulkan proposal bantuan ke pemerintah daerah untuk perbaikan empat jembatan gantung di Desa Bayah Timur yang kondisinya sangat menghawatirkan.

“Sudah saya usulkan ke pemerintah daerah untuk perbaikan empat (4) jembatan gantung di Desa Bayah Timur. Mudah-mudahan usulan saya direspon dan bantuan perbaikan jembatan segera diturunkan,” aku Rafik. (AR/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini