Merasa Tidak Ditanggapi APDESI Bayah Adukan PT Cemindo ke DPRD Banten

0
1268

Banten, sigap88news.com || Dampak negatif dari aktivitas PT. Cemindo di Bayah diadukan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Bayah ke DPRD Banten.

Pengaduan mereka difasilitasi dalam audiensi yang dipimpin Ketua DPRD Banten Andra Soni, dengan dihadiri perwakilan perusahaan dan pimpinan intansi yang berkaitan.

Ketua APDESI Kecamatan Bayah, Rafik Rahmat Taufik mengatakan, perusahaan seolah tidak memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan.

Pihaknya mengaku sering mendapat aduan masyarakat yang merasakan langsung dampak negatif dari aktivitas perusahaan, seperti rumah retak akibat blasting, sawah kekeringan, dan polusi udara.

“Seminggu yang lalu, saya ada videonya, Bayah lingkungannya itu hitam karena debu dari klingker yang diturunkan kapal dari dermaga, ada beberapa desa yang terdampak. Itu bukan hanya sekali, beberapa kali,” kata Rafik, Rabu (23/03/2022).

Ketua APDESI ini menjelaskan, audiensi bersama legislator bagian dari tahapan langkah yang dilakukannya, karena sebelumnya perwakilan APDESI pernah berdialog dengan pihak perusahaan, namun dinilai tidak ada tindak lanjut.

“Kami datang ke DPRD karena kami datang ke perusahaan tidak ditanggapi serius. Kami sudah melayangkan surat audiensi, pihak perusahaan akan menindaklanjuti. 2 bulan tidak ada tindakan apa-apa, kami unjuk rasa,” terangnya.

Ia menegaskan, langkah yang dilakukannya hanya untuk kebermanfaatan bagi masyarakat tanpa menimbulkan efek negatif.

“Tuntutan kami tidak ingin dianggap sepele, sehingga keberadaan perusahaan di Bayah bisa berdampak positif terutama pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Rafik.

Terkait pemberdayaan masyarakat, Rafik meragukan klaim perusahaan yang menyerap 80 persen tenaga lokal, lantaran kata dia, banyak warga yang mengadu sulitnya mendapat pekerjaan di perusahaan yang ada di Bayah tersebut.

“Banyak masyarakat datang ke Kepala Desa tapi sulit untuk diakses, itu yang datang ke saya. Tinggal pembuktian saja 80 persen itu by name by addres, saya tidak yakin, dugaan saya itu hanya pembenaran agar tidak disudutkan,” pungkasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini