Aktivis Sorot Bazar Minyak Curah Tidak Jelas di Sumberwaras

0
478

Banten, Sigap88news.com – Meski dibawah guyuran hujan Bazar minyak goreng curah di Lapangan Juang Kampung Pagenggang, Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, diserbu ratusan emak-emak dan bapak-bapak, namun hal itu tidak lepas dari sorotan aktivis Lebak selatan, Eman Sudarmanto, Senin (30/05/2022).

Aktivis GNPK-RI ini mengkritisi bazar minyak goreng yang terbilang murah dan membantu masyarakat dengan harga Rp 14 ribu per liter itu lantaran dianggap tidak jelas keberadaannya.

“Bazar minyak goreng curah ini tidak jelas siapa pengelolanya, dari mana minyak gorengnya dan kegiatan dalam rangka apa, apakah usaha pribadi atau perusahaan? Di lokasi pun tidak ada keterangan atau baliho informasi kegiatan, Walaupun memang kegiatan tersebut membantu warga,” ujar Eman.

Pria yang berperawakan kekar ini mempertanyakan ijin dan prosedur pihak pengelola, karena menurutnya minyak goreng saat ini sedang disorot pemerintah.

“Minyak goreng ini sekarang tidak sembarangan karena sedang disorot pemerintah. Apakah ini program atau apa, minyak goreng subsidi untuk disalurkan ke masyarakat atau memang murni usaha? Biasanya yang sudah-sudah ada balihonya jelas kegiatan apa dan melibatkan TNI-Polri. Ini di lapangan kami tidak melihat adanya pengawalan baik dari Polsek atau Koramil,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) saat dikonfirmasi mengenai skema penyaluran minyak goreng curah menurutnya tidak sembarangan.

“Biasanya itu minyak goreng curah subsidi, tapi ga sembarangan kang, ada PO nya, berapa banyak (volume) dan jelas tujuannya disalurkan di mana,” terang pengurus APKASINDO yang tidak mau disebutkan namanya.

Terpisah, Kepala Desa Sumberwaras saat dikonfirmasi mengenai kegiatan bazar minyak goreng curah di wilayahnya, mengatakan kegiatan tersebut hanya ada pemberitahuan saja. Sedangkan mengenai pengelola, barang, skema penyaluran dan sebagainya, pihaknya mengaku tidak mengetahuinya.

“Ke kami cuma ada pemberitahuan, selebihnya kami tidak tahu,” singkat Usup Supriadi.

Sementara itu, pihak pengelola ketika dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp messenger, tidak menjawab pesan.

Diduga, sehari sebelumnya kegiatan yang sama juga digelar di Kampung Nambo, Desa Pagelaran. (AR_red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini