Pengajian Damar Alam Gelar Halal Bihalal, Budaya Ngaji Menjadi Benteng Agama

0
201

Banten, Sigap88news.com – Ratusan santri dan kiyai pengajian tasawuf yang tergabung dalam wadah Keluar Besar ‘Damar Alam’ di Kabupaten Lebak bagian selatan (Baksel) menggelar tasyakur sekaligus halal bihalal, bertempat di Pondok Pantai Bagedur Kecamatan Malingping, Minggu (29/05/2022).

Dalam kegiatan tersebut, acara diisi dzikiran, tausyiah dan penguatan wadah pengajian dengan saling berkenalan antar keluarga serta beragam perlombaan hiburan.

Kepada wartawan, Ketua Panitia kegiatan Sopyan Tsauri mengatakan, acara tasyakuran dan halal bihalal itu sudah rutin dilaksanakan untuk mempererat silaturahmi antar warga pengajian Damar Alam.

Menurutnya, pengajian yang rutin dilaksanakan biasanya seminggu dua kali dengan kajian kitab-kitab salafiyah yang biasa dikaji di setiap Pondok Pesantren (Ponpes) yang berafiliasi dengan Nahdhatul Ulama (NU).

“Damar Alam ini adalah wadah pengajian tasawuf yang biasa dilaksanakan oleh para ustad, santri dan kiyai di Lebak selatan. Jumlah anggota hingga sekarang lebih dari 200. Kita biasa rutin menggelar pengajian dengan para kiyai setiap malam Rabu dan Kamis. Biasanya kita mengaji rutin Kitab Alhikam karya Ibnu Athoilah, Sirul Asror, Kimiatusyaadah, Fathul Robani, Ihya Ulumuddien, Khatamul Auliya. Selain itu juga kitab Fiqih Madhabul Arba’ah, Hidayatul Ummat serta kitab-kitab tasyauf lainnya,” ungkap Sopyan.

Dalam tausyiahnya, Syuriah NU MWC Malingping, KH Uci Sanusi yang juga sesepuh Damar Alam mengajak semua anggota pengajian untuk membumikan kajian ilmu tasawuf untuk para santri.

“Kitab-kitab para ulama mashur perlu terus kita pelajari dan upayakan ditransfer kepada generasi seterusnya agar terus tumbuh. Saat ini era globalisasi digital sudah masuk dengan mudah ke rumah-rumah kita tanpa filter. Namun untuk budaya pengajian harus kita pertahankan seperti halnya dilakukan para ulama pendahulu kita, ini bisa menjadi benteng agama pada generasi di segala perubahan jaman. Mudah-mudahan dengan biasa mengaji kitab salafiyah kita bisa mempraktekan makna tauladan dalam ajaran tersebut dikehidupan sehari-hari,” ujar Kiyai Uci.

Terpisah, Ketua MWC NU Malingping, Kiayi Usep Saepudin yang juga pengasuh wadah pengajian Damar Alam mengatakan, wadah pengajian yang diasuhnya tersebut bukan merupakan paksi atau ajaran baru, namun hanya wadah biasa untuk pengajian khusus kitab tasawuf salafiyah.

“Jadi ini bukan suatu aliran atau ajaran baru. Nama Damar Alam ini hanya wadah pengajian tasawuf saja, hanya saja kita menggunakan nama dari bahasa Sunda. Secara ajaran kita tetap pada Mazhab Syafi’iyah. Dan secara ghirah organisasi kita ke Nahdhatul Ulama. Intinya kita tetap takjim pada ulama salaf dan madzhabul Arba’ah sebagaimana para ulama salafiyah yang mashur dahulu. Tujuan kita ini tiada lain untuk membangun ukhuwah silaturahmi sambil mengaji kitab kuning karya para ulama terdahulu dan para tabi’in. Selain itu juga tentunya syi’ar dakwah lewat pengajian, itu aja,” paparnya.

Usai acara seremoni, semua anggota dan keluarga pengajian Damar Alam memeriahkan dengan berbagai perlombaan bernuansa kognisi dan intelegensi religius serta ukhuwah silaturahmi dengan ratusan hadiah dan doorprize. (AR_red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini