Aktifis Minta Kejelasan Pelaksanaan Proyek Pembangunan Jembatan Cisiih dan Preservasi Jalan Nasional

0
427

Banten, Sigap88news.com – Temuan adanya dugaan kejanggalan dalam Pelaksanaan Proyek Penggantian Bangunan Atas Jembatan Cisiih Cs dan Rehabilitasi Jembatan Cihara, di Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak disorot aktifis Lebak Selatan.

Deden Haditia, salahsatu aktivis Lebak selatan mengungkapkan lantaran saat ini kegiatan pembangunan serta pembebasan atas lahan dan bangunan yang terlintasi proyek tersebut sudah dilakukan, namun di lokasi tersebut tidak ditemukan papan informasi sumber anggaran, nomor kontrak kegiatan serta kontraktor pelaksana pembangunan dan tidak diketahui dari Perusahaan dan Badan Usahanya.

Kepada Media, Deden mengatakan dirinya meminta kepada aparat penegak hukum di Wilayah Hukum Provinsi Banten, baik Itu Kepolisian Maupun Kejaksaan serta KPK, mengetahui kegiatan yang sedang berjalan saat ini di Jembatan Cisiih secara administrasi sistem Pengadaan dan dasar yang di gunakan oleh Pelaksana Jalan dan Jembatan di Ruas Jalan Nasional Wilayah II.

“Kejanggalan administrasi ini harus diusut karena kami merasa seperti ada upaya permukafatan jahat dan perbuatan melawan hukum dalam administrasi tender proyek ini, apa mungkin lelang belum selesai proyek sudah di laksanakan dan di lapangan muncul pihak yang mengaku menjadi pemenang lelang,” tutur nya.

Selanjutnya Deden mengaku dalam waktu dekat akan melaporkan hal ini ke pihak berwenang untuk diusut.

“Dalam waktu dekat kita akan melangkah melakukan pelaporan resmi kepada penegak hukum agar masalah ini diusut dan kami ingin paket kegiatan yang sedang berjalan di ruas jalan ini diperiksa dan mendapat pengawasan serius dari sisi kualitas pekerjaan dan administrasinya,” tegas Deden.

Lebih jauh Deden menjelaskan, berdasarkan sumber data yang ada dalam sistem Pengadaan LPSE dan RUP proyek rehabilitasi Jembatan Cisiih ini masih dalam “Proses Lelang” dan belum ada pemenang kontrak lelang.

“Artinya, kami menduga terjadi upaya permufakatan jahat dan diduga merupakan perbuatan melawan hukum dalam proses kegiatan tersebut. Sementara lelang belum selesai, namun di lapangan sudah muncul pelaksana kegiatan dengan mengaku sebagai perusahaan atau badan usaha yang mengklaim dirinya sebagai pemenang lelang,” ujar Deden.

Selain itu, Dede juga menyebut dalam Kegiatan Preservasi Jalan Muara Binuangan – Bayah – Cibareno – Batas Jabar yang menelan anggaran Rp12.099.887.000,00 dengan Pelaksana CV AMAZING PAPUA TRAVEL.

“Kami menilai progres yang dilaksanakan tidak sesuai standar teknis dalam aspek kualitas dan progres yang tidak maksimal sehingga terkesan asal jadi. Bisa dibuktikan di sepanjang ruas jalan dan pekerjaannya. Hasil pekerjaan yang terkesan buruk karena hasil pekerjaan yang banyak di temukan kembali rusak ini memunculkan kesan hasil yang tidak berkualitas,” paparnya.

“Kami, meminta preservasi ini mendapat perhatian serius dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum serta aparat penegak Hukum baik dari segi teknis maupun administrasi,” tutupnya.

Hingga berita ini tayang, wartawan berupaya mencari informasi guna melengkapi isi pemberitaan. Namun saat dikonfirmasi pada salah seorang yang disebut dari pihak perusahaan tidak menjawab pesan WhatsApp dari media. Begitu juga saat media menghubungi orang yang pernah bersama perusahaan yang mengerjakan preservasi jalan nasional tersebut guna mencari informasi juga tidak menjawab. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini