Saldo ATM KPM – PKH Kosong, Ini Penyebabnya

0
2271

Baturaja Oku, Sigap88news.com || Pemerintah pada awal tahun 2021 ini secara resmi meluncurkan tiga bantuan tunai.
Bantuan tunai yang dilanjutkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako/Bantuan Pangan NonTunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).
Pemerintah melanjutkan program bantuan tunai untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19, dan mendorong pergerakan perekonomian.

Untuk keperluan tersebut, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, dikutip dari halaman kemensos pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 110 triliun.

Targetnya, bantuan tunai PKH menjangkau 10 juta KPM dengan total anggaran Rp 28,71 triliun. PKH disalurkan setiap 3 bulan sekali, dalam 4 tahap yakni pada Januari, April, Juli dan Oktober 2021 melalui bank anggota Himbara: BNI, BRI, Bank Mandiri, serta BTN.
Pada Januari, PKH akan disalurkan dengan anggaran sebesar Rp 7,17 triliun.

Untuk Program Sembako/BPNT, target penerimanya 18,8 juta KPM dengan anggaran Rp 45,12 triliun.

Namun didalam penyalurannya di tahun 2021 ini,bulan Januari dan akhir Maret, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) kini mencuat serta menjadi keluhan sebagian masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pasalnya, ada beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diberbagai tempat daerah Kab OKU yang terdaftar di Program Keluarga Harapan (PKH) yang menerima bantuan program BPNT dan BST, saldo di ATM nya kosong. Sehingga mereka tidak bisa melakukan pencairan dan membeli kebutuhan pokok berupa sembako ditempat penyaluran.

Sebagian dari mereka mempertanyakan alasan kenapa saldo di ATM nya Kosong apakah masih terdaftar KPM 2021.

“Selama ini saya dapat terus, tapi tahun ini bulan Januari dan sekarang (Maret) Saldo saya tidak ada (kosong),” kata Sus salah satu warga Baturaja OKU.

Menanggapi keluhan warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten OKU ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Syaiful Kamal melalui Koordinator PKH Kabupaten OKU Yayan didampingi Koordinator Pendamping PKH Kemalaraja Marteo Wijaya membenarkan adanya warga PKM yang belum bisa melakukan pencairan BST 2021. Penyebabnya, karena data PKM di Kemensos RI tidak valid atau tidak ada sinkronisasi NIK di Disdukcapil.

Kementerian Sosial (Kemensos) RI sekarang ini, sedang melakukan pembaruan data dan melakukan beberapa perbaikan data penerima bantuan pemerintah untuk tahun 2021. yang dilakukan adalah melakukan evaluasi terhadap data keluarga penerima manfaat (KPM),”Ujar Yayan. Senin (29/03/2021).

Dikatakan Yayan, ini dikarenakan adanya tidak valid atau tidak ada sinkronisasi data di Disdukcapil dengan data Kemensos RI. Seperti Data Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor Kartu Keluarga (KK) dan perbedaan nama serta domisili warga Keluarga Penerima Manfaat (PKM).

“Dari beberapa KPM yang belum dapat pencairan BPNT atau BST telah dinyatakan tidak valid atau tidak sesuai dengan data yang ada di pusat, sehingga Penerima Bansos dari beberapa KPM belum bisa dilakukan penyaluran oleh pihak Kementerian Sosial (Kemensos) RI,”jelas Yayan.

Selanjutnya, Yayan mengatakan. Mereka yang belum menerima pencairan atau Saldo ATM nya kosong,bukan berarti tidak mendapatkan lagi atau telah dikeluarkan dari PKM. Mereka masih bisa mendapatkan apabila Kalau datanya Sudah di perbaharui dan sesuai dengan data di Kemensos,”ucap Yayan kepada awak media Sigap88news dikantornya.

Yang dipakai dalam melakukan verifikasi data para KPM itu sebuah aplikasi yang memang untuk melakukan verifikasi, apakah datanya cocok sebagaimana yang ada dalam database Kemensos atau tidak,jika datanya tidak cocok maka tidak ditemukan, sedangkan dia penerima bansos. Otomatis penyalurannya ditunda menunggu perbaikan datanya,”terang Yayan Koordinator PKH Kab OKU.

Koordinator PKH Kabupaten OKU Yayan mengatakan, kejadian ini bukan hanya terjadi di kabupaten Ogan Komering Ulu saja tapi terjadi juga di seluruh daerah daerah Indonesia,”pungkasnya. (Hrm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini