Lantaran Subsidi Tak Tepat Sasaran, Pemerintah Pilih Naikan BBM

0
78
Korlap Aksi, Purba Laksana Siswanto

Surabaya – Menghemat APBN karena selama ini subsidi BBM menghabiskan dana Rp. 502 triliun dari awal tahun 2022 yang mana ternyata tidak tepat sasaran karena banyak mobil mewah yang menggunakan BBM bersubsidi, sehingga alternatif pengalihan subsidi BBM menjadi BLT dan Bansos merupakan langkah tepat.

Penyesuaian harga BBM untuk mengurangi subsidi energi yang tidak tepat sasaran, karena subsidi tersebut ikut dinikmati oleh masyarakat mampu.

Pemerintah membutuhkan tambahan anggaran Rp 198 triliun jika tidak menaikkan harga BBM subsidi. Beban keuangan negara tersebut ternyata hanya 20 persen dari BBM bersubsidi yang dikonsumsi oleh masyarakat kurang mampu (40 persen pendapatan bawah).

Pengalihan subsidi BBM menjadi bantuan langsung tunai dampak kenaikan BBM sudah mulai dibagikan

Nanti warga juga akan mendapatkan bantuan subdisi upah sebesar Rp600 ribu. Dana ini akan dibagikan ke 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp. 3,5 juta per bulan yang dibayarkan satu kali dengan anggaran Rp. 9,6 triliun.

Selain itu pemerintah akan membagikan dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil sebanyak Rp2,17 triliun dalam rangka membantu sektor transportasi seperti angkutan umum, ojek, nelayan dan bantuan tambahan perlindungan sosial. (***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini