Aktivis Sebut Revitalisasi SDN 2 Sumberwaras Tanpa Konsultan dan Pengawasan

Editor
Insiden 155 Views
2 Min Read

Banten, Sigap88news.com – Revitalisasi SDN 2 Sumberwaras di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, disoal aktivis. Beberapa poin dalam pengerjaan proyek bernilai miliaran rupiah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak tersebut dipertanyakan.

Aktivis Lebak Selatan (Baksel), Eman Sudarmanto dari GNPK RI PW Banten, mengatakan pihaknya ketika melihat di SDN 2 Sumberwaras, di lokasi itu ada beberapa catatan pengerjaan proyek revitalisasi tersebut.

“Pasir kami lihat campur, ada pasir kuarsa namun ada juga pasir laut yang tentunya kami duga pasir laut ilegal. Safety seperti APD tidak dipakai oleh pekerja yang tentunya mengabaikan K3. Balok Lintel atau ring balok jendela dan pintu tidak dipasang sekeliling, sesuai anjuran SNI. Yang terakhir direksi keet pun tidak ada, sehingga material tercecer di halaman sekolah,” kata Eman, Senin (01/04/2024).

Menurut Eman, saat kepala bangunan dikonfirmasi terkait pasangan balok lintel mengaku hal tersebut sudah sesuai gambar.

“Tapi kepala kuli di lokasi ketika dipertanyakan terkait balok lintel, anehnya mengatakan pasangan yang ada sudah sesuai gambar. Walaupun dirinya tidak dapat menunjukkan gambar spesifikasi bangunan,” tuturnya.

Kepada media, Eman mempertanyakan pihak konsultan dan pengawas pembangunan SDN 2 Sumberwaras dalam mengawasi kegiatan tersebut.

“Siapa ini konsultannya, di papan informasi tidak tertulis konsultan kegiatan tersebut. Kita minta segera PPK dan Peltek dari Dindik Lebak dapat menjelaskan perihal ini, karena fungsi pengawasan itu penting,” Tegas Eman.

Sementara itu, Sunardi, Kepala SDN 2 Sumberwaras menjelaskan kalau pihaknya tidak terlibat dalam hal pembangunan sekolahnya.

“Ya kalau saya sebagai Kepsek hanya sebagai penerima manfaat, hanya terima kunci istilahnya. Tidak dilibatkan dalam pengerjaan maupun pengawasannya. Kalau terkait bangunan yang dikerjakan, 4 lokal rehab, gedung baru perpustakaan, laboratorium dan UKS,” terangnya.

Hingga berita ini dilansir, pihak pelaksana belum dapat dikonfirmasi karena tidak ada di lokasi pekerjaan.

Dari papan informasi yang tertera, proyek tersebut merupakan kegiatan pengelolaan pendidikan sekolah dasar dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak senilai Rp 1.140.774.000, sumber anggaran APBD Kabupaten Lebak TA 2024 dengan pelaksana CV. Sinar Karya Utama. (Red)

TAGGED:
Share This Article