GAM Laporkan Dindik Terkait Belanja Modal Dana BOS Reguler Tahun 2023 Melalui Aplikasi SIPLah

Editor
Insiden 491 Views
2 Min Read

Banten, Sigap88news.com – Gerakan Aliansi Mahasiswa (GAM) yang mempelopori Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) serta Aliansi Mahasiswa Reformasi Anti Korupsi (AMPRAK) melakukan aksi demonstrasi pada 14 Maret 2024.

Pada aksi tersebut sekaligus menyerahkan berkas laporan informasi yang ditujukan pada Kejaksaan Negeri Lebak, menyoal realisasi belanja modal dari dana BOS Reguler tahun 2023 melalui aplikasi sistem informasi pengadaan sekolah (SIPLah) dengan terlapor Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak.

Hal ini diungkapkan Ahmad Hudori, Ketua Umum GAMMA, lantaran dirinya ingin membuka kepedulian Kejaksaan Negeri Lebak agar sesegera mungkin melakukan upaya gelar perkara, bahkan sampai pada penetapan tersangka.

Ahmad Hudori, yang menjadi motor gerakan ini menyampaikan jika Kejaksaan harus membuktikan trust (kepercayaan) masyarakat terhadap Kejaksaan dan jangan sampai ikut terlibat dalam legacy pelemahan hukum khususnya di Kabupaten Lebak.

“Hari ini Kejaksaan secara survei nasional merupakan yang tertinggi dalam konteks kepercayaan masyarakat terhadap penanganan tindakan perbuatan korupsi. Demikian tentu perlu dibuktikan Kejaksaan utamanya Kejaksaan Negeri Lebak.
Jadi kalo dari kacamata kami sebagai mahasiswa melihat Kejaksaan Negeri Lebak belum memperlihatkan full power atas laporan kami. Demikian terjadi ketika kami harus menekan Kejaksaan Negeri Lebak sampai melakukan aksi ke-dua pada 17 April 2024. Jadi tentu kami menduga bahwa selama ini Kejaksaan Negeri Lebak masih meneruskan legacy lemah dalam urusan penindakan,” tutur Ketua Umum GAMMA, Selasa (23/04/2023).

Hudori mendorong aparat penegak hukum di semua tingkatan agar lebih serius menangani pengaduan maupun laporan yang disampaikan masyarakat.

“Tidak hanya sampai pada gelar perkara bahwa hari ini kami ingin Kejaksaan untuk kemudian sampai pada melakukan penetapan tersangka dari laporan yang kami sampaikan,” tegas Hudori.

“Tidak ada wisdom bagi perbuatan korupsi apalagi ini menyoal pendidikan. Jadi kami akan terus mendorong sampai pada penyelesaian hukum. Pun demikian jika ini tidak kunjung digelar dengan dan keseriusan bukan tidak mungkin kami akan mendorong pada KEJATI, KEJAGUNG, bahkan KPK,” tegasnya.

Untuk diketahui, GAM telah melakukan laporan dugaan tindakan perbuatan korupsi sektor pendidikan kepada Kejaksaan Negeri Lebak pada 14 Maret 2024. Tidak cukup disitu, aksi ke-dua pun berlanjut pada 17 April 2024. (AR_red)

TAGGED:
Share This Article