GAMMA Ajak Kepala BPJN Turun ke Lapangan dan Bongkar Hasil Pekerjaan Jalan Pasirkuray – Cisitu

Editor
Insiden 208 Views
3 Min Read

Banten, Sigap88news.com – Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) melakukan Audiensi dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, di Kantor BPJN, Serang, Selasa (07/05/2024).

Ketua Umum GAMMA, Hudori menyampaikan kepada media jika audiensi yang dilakukan pihaknya terkait hasil pelaksanaan pekerjaan ruas jalan Pasirkuray – Cisitu yang menelan anggaran fantastis senilai Rp 11,6 milyar bersumber dari APBN tahun 2023, Kementerian PUPR Dirtjen Bina Marga melalui BPJN Banten.

“Saya dan kawan-kawan GAMMA baru saja selesai melakukan audiensi dengan pihak BPJN Banten, terkait ruas jalan Pasirkuray – Cisitu ini. Bahwa setelah melakukan peninjauan, observasi dan kajian kami melihat banyak kejanggalan terhadap kualitas hasil pekerjaan jalan. Demikian dapat dengan jelas terlihat pada fakta lapangan hasil pekerjaan jalan yang terdapat banyak retakan dan bahkan ada satu segmen plat beton yang patah memanjang,” kata Hudori, Selasa (07/05/2024).

Hudori menyampaikan rusaknya jalan yang menghabiskan anggaran Rp 11,6 miliar itu diduga akibat lemahnya pengawasan serta adanya main mata antara pengawas lapangan dengan pelaksana pekerjaan, sehingga mengakibatkan dugaan gagal konstruksi.

Dikatakan Hudori, dalam audiensi tersebut pihak Balai terkesan ada pembelaan hingga pihak GAMMA mengajaknya dengan bersama-sama untuk turun langsung ke lapangan agar melihat kondisi jalan yang rusak.

“Dugaan kami bahwa ada pengawasan yang lemah bahkan mungkin ada dugaan kongkalingkong antara pengawas lapangan dengan pelaksana pekerjaan, makanya kami ajak orang Balai untuk cek langsung ke lapangan, nanti biar diantar oleh kawan-kawan GAMMA,” tandas Hudori.

Selanjutnya Hudori meminta Kepala Balai bersikap tegas kepada pihak kontraktor agar melakukan pembongkaran terhadap hasil pengerjaan ruas jalan Pasirkuray – Cisitu di sepanjang 1.600 meter.

“Jadi kalau tadi yang disampaikan oleh pihak BPJN terkait masih dalam tahapan pemeliharaan, kami jelas menyampaikan serta menekan agar ini dilakukan pembongkaran, karena jikalau pun pekerjaan ini dikerjakan dengan benar dan pengawas mengawasi dengan benar kerusakan tidak akan terjadi,” tuturnya.

Kemudian Hudori membeberkan kerusakan itu terlihat pada 1.600 meter. Kata dia, yang dianggap sesuai RAB dan spesifikasi hasil pekerjaan itu hanya 400 meter.

Maka, lanjut dia, sudah tentu jika hanya dilakukan pemeliharaan dengan asal jadi, kemungkinan kerusakan yang sangat parah kedepannya akan terulang lagi seperti retakan dan patah pada rigit beton, “Jadi kami tegas agar dilakukan pembongkaran pada beton yang sekarang di perbaiki,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis media masih berupaya menghubungi pihak BPJN. (AR_red)

TAGGED:
Share This Article