Selidiki Gudang BBL di Binuangeun, Tim Polairud Polda Banten Diprotes Warga

Editor
Insiden 359 Views
2 Min Read

Banten, Sigap88news.com – Tim Polairud Polda Banten melakukan penyelidikan kegiatan usaha perikanan penangkapan Benih Bening Lobster (BBP) ke pengusaha, yang berlokasi di Kampung Pakuan, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (16/05/2024).

Pengusaha Benih Bening Lobster (BBL) tersebut diduga tidak memiliki surat ijin usaha sebagaimana yang diperlukan.

Hasil pemeriksaan personil Subditgakkum Polairud Polda Banten didapati gudang tempat penyimpanan BBL dari nelayan dan rumah pemilik BBL.

Di gudang tersebut ditemukan beberapa BBL (jumlah tidak diketahui) masih hidup di dalam kotak plastik besar berisikan air dan beberapa kotak-kotak kecil di dalam kotak besar.

Selain itu ditemukan plastik-plastik bekas bungkus BBL, tabung gas (diduga oksigen), pompa udara yang disalurkan ke kotak untuk memberi udara BBL dan catatan penerimaan BBL.

Anggota Polairud Binuangeun Polda Banten, Bripka Yadi, mengatakan bahwa benar Personil Subditgakkum Polairud Polda Banten saat melakukan pemeriksaan didatangi sejumlah warga.

“Ya Personil Subditgakkum Polairud Banten melakukan penyelidikan di daerah Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, dan pada saat giat riksa gudang penyimpanan BBL, tidak lama masyarakat setempat datang kumpul di depan gudang. Tidak lama kemudian datang Kapolsek Wanasalam dan anggota, kepala desa dan beberapa tokoh masyarakat, dan Tim Pos Polairud Binuangeun untuk melakukan mediasi,” ujarnya, Jum’at (17/05/2024) sore.

Dikatakan Bripka Yadi, masyarakat menuntut untuk disampaikan nama-nama cepu (informan) Polairud, namun personil mengaku tidak ada informan (cepu). Ia mengungkapkan hanya dapat informasi bahwa Polairud Mabes Polri dan Polairud Polda Jambi telah mengamankan pelaku dan benur (BBL) yang diduga berasal dari daerah Binuangeun, Lebak, Banten.

“Atas dasar informasi tersebut Personil Subditgakkum melakukan penyelidikan berdasarkan SOP, ada Surat Perintah Dirpolairud Polda Banten,” terang Bripka Yadi.

Masih kata Bripka Yadi, masyarakat setempat memaksa Tim Polairud Polda Banten tidak melakukan penangkapan lagi di daerah Binuangeun (Desa Muara), karena masyarakat berjanji akan mengurus ijin usaha.

“Setelah mediasi, selanjutnya masyarakat membubarkan diri, dan Tim Subditgakkum meninggalkan TKP (Tempat Kejadian Perkara),” pungkas Bripka Yadi. (AR_red)

TAGGED:
Share This Article