Lamongan, sigap88news.com – Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Yayasan Senyum Desa Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025, dengan mengusung tema *”Pentingnya Pengetahuan Terkait Batu Saluran Kemih dan Deteksi Dini Batu Saluran Kemih Melalui Pemeriksaan Hiperkalsiuria Serta Pemeriksaan Kualitas Air Layak Konsumsi di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.”*

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola konsumsi sehat serta higienitas air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Rangkaian acara digelar di Balai Desa Sendangagung dan dihadiri oleh 38 warga setempat, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai institusi.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain dr. Satriyo Dwi Suryantoro, Sp.PD., K-GH., FINASIM selaku ketua tim pengabdian masyarakat Universitas Airlangga; Dr. Faizal Kurniawan, S.H., M.H., LLM.; dr. Monika; Abdul Rozak, S.H., M.H. selaku Ketua Umum Yayasan Senyum Desa Indonesia; serta Kepala Desa Sendangagung beserta jajarannya. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Karang Taruna Desa Sendangagung dan RSU dr. Suyudi Paciran.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga, termasuk pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta pemeriksaan urine. Selanjutnya, acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Sendangagung yang menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Sambutan juga disampaikan oleh dokter Satriyo dan pak Faizal.
Dalam sambutannya, dokter Satriyo menyoroti tingginya angka kasus cuci darah di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, yang sebagian besar disebabkan oleh batu saluran kemih.
“Cuci darah itu salah satu kasus yang terjadi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur itu salah satunya adalah tingginya mengenai batu saluran kemih,” ungkap dr. Satriyo.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai deteksi dini batu saluran kemih serta edukasi terkait kualitas air. Dokter Satriyo juga melakukan pengambilan sampel air dari tiga dusun di Desa Sendangagung yakni Dusun Semerek, Dusun Sendangagung, dan Dusun Mejero untuk dilakukan analisis kualitas air layak konsumsi. Sesi diskusi yang dibuka antara tim pengabdian dan warga pun berlangsung aktif dan menarik minat masyarakat untuk menggali informasi lebih dalam terkait isu kesehatan tersebut.
Kegiatan ditutup dengan pembagian sembako dan merchandise kepada mitra yang terlibat dalam pelaksanaan acara.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan lancar dan mendapat respon positif dari warga Desa Sendangagung. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup dan kesadaran kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan khususnya wilayah berkapur. (bus)