FKP Menyayangkan Tindakan Medis Di Rumah Sakit Nindhita, Dianggap Kurang Profesional

0
253
Dari Kiri, Wakil Ketua IDI Cabang Sampang dr. Zaki Sukma Jaya, Manjeman RS. Nindhita dr. Hj. Turah, dan dr. Srimulyino Ahli Bedah

Sampang, sigap88news.com || Bunga (Nama yang disamarkan) usia 16 Tahun Asal Desa Robatal putri cantik dari Sulhan, pada Bulan Puasa diperkirakan tanggal belasan di Tahun 2018 ini, anaknya sakit perut yang berlebihan makanya dilakukan cek kesehatan di Puskesmas Robatal, namun tak kunjung sembuh akhirnya Sulhan sang Ayah mengirim anaknya ke salah satu Rumah Sakit Yaitu RS. Nindhita yang beralamatkan Jalan Syamsul Arifin Sampang.

Menurut cerita dari Sang Ayah ini, setelah berapa hari di RS. Nindhita, Akhirnya Dokter yang ditunjuk Ahli bedah dr. Srimulyono, menyarankan agar dilakukan Operasi agar penyakit anaknya segera diketahui.

“ Dokter yang menangani anak saya ini, Dokter Mul, Dokter Mul menyarankan agar dilakukan operasi karena menurutnya penyakit di dalam usus akan segera diketahui dan bisa diobati segera “. Ucap sang Ayah ini.

Setelah dilakukan perekaman dan ronsen serta nasehat dari Dokter, maka Ayah dan Keluarga memberanikan diri untuk dilakukan tindakan operasi, setelah proses Operasi Ayah si Bunga ini oleh Dokter Mul di persilahkan untuk melihat usus yang menurutnya ada bintik – bintik hitam, dan selanjutnya dipersilahkan kembali keluar.

Setelah proses itu, anaknya agak membaik, dan dipersilahkan pulang, namun setelah tiba di Rumahnya, sang buah hatinya ini bukan tambah baik, namun perutnya kembung, dan terdengar bunyian yang keras sehingga dari radius 20 Meter terdengar bunyian dalam perut putrinya.

“ Setelah dilakukan Operasi, anak saya ini di Rumah Sakit agak baik, namun setelah tiba di Rumah sakitnya bertambah, dan perut putri kami ini kembung bunyi isi perutnya terdengar sangat keras sekali “. Katanya.

Dengan demikian Ayah dan keluarga kembali merawat anaknya di Rumah Sakit milik Pemerintah Sampang, dia enggan mengembalikan anaknya ke Rumah Sakit yang pernah di operasi itu, namun setelah di sana ternyata Dokter yang menanganinya tetap Dokter Mul.

Dokter Mul ini menyampaikan bahwa ada kandungan Gas didalam perut putrinya, maka sempat perut putrinya diberi selang, untuk mengeluarkan gas dalam perut putrinya, dalam beberapa hari tidak ada perubahan, maka menurut keterangan Ayahnya ini, sang Putri dilakukan tindakan untuk dibawa pulang dengan berbekal Obat yang diberikan oleh pihak Dokter Mul sendiri.

Melihat keadaan sang buah hati yang tambah hari kesehatannya tidak kunjung baik, akhirnya sang buah hatinya tersebut dikirim ke Rumah Sakit ternama di Surabaya, dari sanalah Putrinya mendapatkan perawatan, dan kembali Dokter yang menanganinya menyarankan agar dilakukan Operasi.

“ Kami masih trauma dengan operasi yang pertama, ini kembali disarankan oleh Dokter yang menanganinya dinasehati dilakukan operasi kembali, karena sedikit keterangan Dokter tersebut kepada Saya bahwa ada penyempitan saat dilakukan Operasi yang pertama “. Menurutnya.

Namun sang Ayah dan keluarga belum mengamini nasehat Dokter sebut, karena jarak dari operasi pertama sangat dekat jaraknya, sang Dokter tersebut akhirnya memberikan obat resep dalam beberapa hari ada perubahan, maka Ayah ini memberanikan kembali agar dilakukan operasi.

“ Alhamdulillah, setelah di Operasi dari Rumah Sakit Surabaya, anak kami sekarang sudah bisa sekolah kembali “. Tutur sang Ayah.

Saat dikonfirmasi oleh Awak media, dr. Srimulyono yang didampingi oleh Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sampang dr. Zaki Sukam Jaya dan Pemilik Rumah Sakit Nindhita dr. Hj. Turah, menyampaikan tindakan yang diambilnya sudah memenuhi SOP, diperlukan operasi agar diketahui penyakitnya dan mengatasi penyakitnya.

Dia menyampaikan, kepada pihak keluarga dan segala resiko, setelah di ACC (Disetujui) oleh keluarga maka dia berani melakukan tindakan Operasi, hasil selama operasi ada perlengketan – perlengketan, dimana dalam perut korban ditemukan banyak sekali usus dan organ dalam banyak sekali seperti buah Anggur.

“ Setelah kami lakukan operasi, perutnya kami buka, disitu kami memiliki dugaan usus buntu kami ingin mencarinya, disini kami panggil Ayahnya agar melihat usus dan organ dalam dan kami jelaskan kepada keluarganya “. Kata Dokter Mul kepada Awak media.

Dalam menceritakan kronologis itu, maka Wakil Ketua IDI Cabang Sampang, dr. Zaki Sukma Jaya menyimpulkan, dengan cerita dari dokter Mul, dia beranggapan tidak ada unsur kesalahan medis yang dilakukan, dan sudah sesuai SOP.

“ Hasil dari cerita kronologis Dokter Mul ini, tidak ada unsur kesalahan semuanya sudah sesuai SOP “. Jelasnya.

Sedangkan dari pihak Manajemen RS. Nandhita, dr. Hj. Turah, menjelaskan bahwa pasien tersebut benar – benar pasiennya dan ke Dokter Ahli Bedah, dia menerangkan jika pasiennya itu tidak sembuh tidak mungkin dipersilahkan pulang, namun penyebab kembungnya itu menurutnya perlahan jadi tidak bisa diprediksi.

“ Tentunya jika dari DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) mempersilahkan pulang, berarti pasien tersebut sudah sembuh dong, nah jika sepulangnya pasien itu tambah parah itu kami tidak bisa memprediksinya “. Pungkasnya.

Hal ini disesalkan Oleh Aktivis dari Forum Kajian Publik (FKP) Heru Susanto, dia menyesalkan tindakan menurutnya kurang profesional, sehingga gagal dalam tindakan medis.

“ Saya sangat menyayangkan pelayanan medis yang dilakukan oleh Rumah Sakit Nindhita, khususnya terkait masalah proses operasi, Saya rasa dengan mempertontonkan bagian organ tubuh pada orang tua pasien jelas sudah kurang etis dilakukan seorang dokter “. Tegasnya.

Dia juga menilai telah melanggar Kode Etik, dia mengkhawatirkan dalam operasi diduga tidak profesional, setaunya sebelum dilakukan operasi harusnya diagnisa.

“ Selain berhubungan kode etik juga terkesan tidak profesional, Saya khawatir proses operasi itu terkesan meraba-raba penyakitnya, harusnya kan dilakukan diagnosa dl sebelum dilakukan operasi. dan setau saya yang pernah operasi disalah satu rumah sakit, siapapun tidak boleh masuk keruangan operasi yang terkenal sangat steril itu, jangankan orang lain istri saya sendiri tidak boleh masuk, tapi yang jelas apapun kenyataan kami akan tetap kawal kasus ini sampai tuntas. kami cari tau seperti apa rekam medisnya “. Terang sang Aktivis Sampang ini.

Masih menurutnya “ yang jelas proses diagnosa terhadap pasien sampai dilakukan tindakan operasi akan kami kawal, karena setelah dilakukan operasi oleh pihak Rumah Sakit Nindhita penyakit malam tambah parah yang akhirnya si pasien terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Surabaya untuk dilakukan operasi lagi dan Alhamdulilah setelah dilakukan operasi di Surabaya sudah semakin membaik “. Akhir dalam Ucapnya yang penuh kekecewaan. (Uc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here