Kebijakan Walikota Surabaya Mengakibatkan Antrian Panjang di Suramadu, Mendapatkan Kritikan Pedas

0
1074

Sampang, sigap88news.com || Membludaknya Kasus Wabah Covid – 19 varian baru di Kabupaten Bangkalan, yang diduga datangnya dari negeri Malaysia, menjadi atensi khusus, maka dari itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengeluarkan kebijakan secara mendadak, semua warga Madura yang masuk ke Surabaya harus dilakukan Tes Antigen.

Akibatnya, Membuat antrian panjang berkilo – kilo, dari Jembatan Suramadu, saat turun kelapangan, wali kota Surabaya Eri Cahyadi yang didampingi Kapolres Tanjung Perak, saat diwawancarai awak media (Dikutip Viral rekaman Video), mengatakan, untuk menjaga keselamatan Warganya, maka dia melakukan hal tersebut.

“ Untuk menjaga penyebaran wabah Covid -19, dan menjaga warga kami di Surabaya, maka kami lakukan rapid tes antigen, kepada semua warga madura yang ingin masuk Ke Surabaya “. Ungkapnya.

Masih kata Wali Kota Surabaya, terbukti dengan diadakan rapid test antigen, dalam satu hari sudah ada 5 yang Positif dan dilarikan ke Rumah Sakit, dia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur dalam melakukan kebijakannya.

“ Kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Kapolda dan Ibu Gubernur, ini kami lakukan selama 24 Jam, petugasnya secara bergantian, tak hanya di Suramadu, tetapi juga dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak “. Tegasnya.

Disisi lain, Tokoh Agama dari Asal Kabupaten Sampang, yaitu Gus Khoiron Zaini, mengkritisi kebijakan Wali Kota Surabaya tersebut, menurutnya, sangat gegabah dan tidak berkoordinasi dengan Bupati Bangkalan, maupun Bupati yang ada di Pulau Madura, sementara mau menghentikan wabah, tetapi dengan kebijakan walikota Surabaya, mengakibatkan macet dan kerumunan, dia menilai, justru mengakibatkan penyebaran wabah sangat cepat.

“ Seharusnya, Walikota Surabaya itu harus mempertimbangkan semua aspek, jangan gegabah, sebelum melakukan itu harusnya Bupati Bangkalan, dan Para Bupati di Madura diberitahu, agar tidak terjadi antrian panjang yang merugikan Masyarakat “. Katanya.

Jika tidak gegabah, tidak mungkin mengakibatkan antrian panjang dan kerumunan warga, Masyarakat Madura melintas ke Surabaya tentu memiliki kepentingan, akibat kebijakan tersebut, Masyarakat sangat dirugikan, tidak hanya waktu, mereka juga ada yang mau berobat dan lain sebagainya, apa itu tidak dipertimbangkan ?.

“ Akbat itu, Masyarakat Madura sangat dirugikan, ada yang kepentingan bisnis, ada kepentingan berobat dan lain – lain, hal ini siapa yang dirugikan, lagi – lagi Masyarakat toh “. Dengan nada kesal.

Dia juga memberikan solusi, jika tidak gegabah, ambil tindakan tersebut, bisa di akses Jalan Tangkel Bangkalan, sehingga, antrian dapat dihindarkan, masih kata dia, toh yang Zona Merah Bangkalan, tetapi yang terkena imbasnya tiga (3) Kabupaten lainnya di Madura seperti Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini