Komisi I DPRD Pelalawan Datangi Pihak Manajemen PT PMBN Terkait Meninggal Karyawan Yang Dinilai Tidak Lazim

0
142

Pelalawan, Sigap88news.com || Komisi I DPRD Kabupaten Pelalawan melakukan perjalanan dinas memantau PT. Pusaka Megah Bumi Nusantara (PMBN).

DPRD memiliki tiga fungsi, yaitu :
1. Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah.
2. Anggaran, Kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD).
3. Pengawasan, Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

Terkait mengenai fungsi point ke 3 inilah, maksud kedatangan anggota DPRD kabupaten Pelalawan Sozifao Hia. “Kedatangan saya dan tim di tempat ini, karena saya mendapati info pada saat acara penguburan pada hari Sabtu, 24/07/2021, bahwa ada kejanggalan prosedur pelayanan administrasi buat almarhum karyawan Joni Mendrofa, yang akhirnya meninggal akibat terlambatnya tindakan”, ujar Hia.

Sesungguhnya PT.PMBN salah satu Perusahaan besar yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah hukum Kabupaten Pelalawan Riau. Cukup dikenal di masyarakat luas karena merupakan PT perkebunan anak grup PT. ASIAN AGRI.

Anggota DPRD kabupaten Pelalawan Drs. Sozifao Hia, M.Si dan tim, sambangi Manajemen Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini, Rabu, 28/07/2021 sekira pukul 10.15 WIB.

Kedatangan Hia dan tim ke lokasi PT PMBN adalah untuk mengetahui dan memahami lebih dalam perihal kematian yang tidak lazim terhadap salah seorang karyawan PT PMBN ini yang juga sebagai tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah desa Kiyap Jaya Kecamatan Bandar Seikijang, bernama Joni Mendrofa (55) Tahun.

Mantan Guru Jemaat di BNKP Jemaat Galatia Pebe ini dikabarkan meninggal dunia pada hari Jumat, 23/07/2021, kira-kira pukul 14.30 wib di Rumah Sakit Amalia Medika Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau.

Kronologis kejadian meninggalnya almarhum Ama Heri Mendrofa (nama akrab se-sukunya Nias), dikatakan oleh salah seorang warga yang tidak bersedia ditulis identitasnya oleh wartawan media ini mengatakan bahwa sehari sebelum yang bersangkutan menghembuskan nafas terakhir, tepatnya pada hari Kamis, 22/07/2021, dia (almarhum) mengeluh sakit dan berniat mau berobat ke rumah sakit di pangkalan kerinci kabupaten Pelalawan, lalu meminta rekomendasi dari mandornya dan diberi surat oleh mandor. Namun sangat disayangkan ketika sampai ke oknum asisten, rekomendasi tadi tidak dikabulkan, sehingga di hari Kamis itu, Mendrofa terpaksa bekerja walaupun sudah ada gejala sakit”, demikian ditirukan Hia kepada media ini sesuai info yang didapat saat berada di lokasi rumah duka di hari Sabtu, 24/07/2021 tersebut.

Lanjut Hia lagi, sesuai informasi ke beliau, bahwa pada keesokan harinya (Jumat, 23/07/2021) pak Joni Mendrofa, sebagai seorang karyawan yang patuh pada aturan Perusahaan. Pagi-pagi benar pukul 06.30 WIB, almarhum pergi bekerja. Dan segaimana biasanya, wajib ke pos tempat absen ceklok. Seusai absen, Joni Mendrofa langsung beranjak menuju ke lokasi pekerjaan sebagaimana lazimnya karyawan. Tak jauh dari lokasi pos ceklok tersebut, beliau (almarhum) langsung tergelatak tidak berdaya disaksikan oleh teman-temannya.

Melihat peristiwa itu, para karyawan lainnya bergegas membantunya dan melaporkan kepada perwakilan manajemen PT PMBN yang ada di lokasi, lalu dengan mobil perusahaan segera membawanya ke rumah sakit Amalia Media di Pangkalan Kerinci Kab Pelalawan Riau.
“Setelah ditangani oleh dokter dan tim medis di RS AMALIA MEDIKA, kondisi Joni Mendrofa semakin kritis dan akhirnya sekitar pukul 14.30 WIB, menghembuskan nafas terakhir”, ungkapnya.

Dari kronologis tersebut ada kesan bahwa pihak manajemen PT PMBN, khususnya oknum Asisten, kurang peduli dengan keluhan karyawan di sana, bahkan ada beberapa pengaduan karyawan lainnya yang tidak mau disebutkan namanya, merasa tertekan dan depresi akibat tindakan oknum Asisten tersebut.

Kedatangan Anggota DPRD kabupaten Pelalawan Drs. Sozifao Hia, M.Si, sengaja mendatangi pihak manajemen PT PMBN karena merasa terpanggil untuk meluruskan peristiwa seperti ini, sekaligus mengawasi, agar tidak terjadi dan berdampak kepada karyawan lainnya di kemudian harinya.
Hia selain Ketua Fraksi PDI-P dan juga kapasitasnya sebagai anggota Komisi 1, ingin memastikan status kematian Joni Mendrofa (+) apakah berhak untuk mendapatkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau Jaminan Kematian (JKM) saja, ataupun dua-duanya”, Sebut Sozifao Hia.

Sementara untuk menanggapi sikap dan tindakan asisten yang terkesan arogan tersebut, Ama Rocky yang akrab dipanggil sesukunya itu mengatakan,
“Saya berharap dan sekaligus titip pesan kepada GM Sumitro agar membina dan memperhatikan tindakan oknum Asisten seperti ini, jangan sampai berkelanjutan ke depannya, yang bisa berakibat fatal bagi karyawan dan menjatuhkan popularitas dan nama baik Perusahaan”, ujar Hia kesal. Di kesempatan tersebut, pertemuan pihak manajemen PT PMBN, Sumitro selaku GM yang didampingi oleh KTU Purba dan Hendro Simatupang, menyambut baik kedatangan Pak Sozifao Hia dan tim dari Komisi 1 DPRD Kabupaten Pelalawan yang didampingi Bu Yayuk, Pak Guntur dan Tabri.

“Kami senang didatangi oleh anggota DPRD kabupaten Pelalawan, dan tim. Semoga silaturahmi ini berbuah manis untuk kita semua, khusus untuk karyawan PT PMBN, Perihal meninggalnya almarhum Joni Mendrofa, perlu saya klarifikasi bahwa setelah saya selidiki, rupanya bukan hari Kamis yang bersangkutan minta surat izin berobat, justru pada hari Jumat, 23/07/2021 dan sudah diberikan dan ditandatangani oleh asisten (ada bukti di tangan KTU Purba). Namun demikian seandainya ada hal yang rancu dalam hal ini, saya selaku GM berjanji akan menyelidiki lebih lanjut dan akan ambil tindakan tegas terhadap oknum asisten tersebut”, ujar Sumitro.

Pertemuan yang penuh rasa kekeluargaan itu, turut dihadiri dan disaksikan oleh, Pak Yarisman Zendrato (IKN Cabang PT PMBN dan juga Anggota Pers) dan Pak Firman Zalukhu, S.Sos, S.Pd (Sekum IKN Kab Pelalawan dan Anggota Pers/Ka.Biro Pelalawan).

Dari semua rangkaian pertemuan itu, sebagai hasil dan titik temu kesepakatan tentang kematian almarhum Joni Mendrofa tersebut, oleh KTU Purba mengatakan bahwa: “Prinsipnya kami dari pihak manajemen PT PMBN menerima masukan dari anggota DPRD kabupaten Pelalawan dan berjanji, dalam waktu dekat akan menyampaikan laporan ke BPJS tentang ikhwal meninggalnya karyawan kami tersebut tergolong ke dalam jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan mendapat hak penuh kepada ahli waris”, kata KTU Purba.

J.Zalukhu

Sumber: Liputan Online

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini