Jembatan Penghubung di Desa Karangpamidangan Hanyut Sejauh 50 Meter

0
603

Banten, Sigap88news.com – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak pada Senin dinihari (13/06/2022) mengakibatkan arus sungai Cikoncang meluap hingga merendam sejumlah rumah warga di Desa Karangpamidangan.

Bukan hanya rumah, namun balong milik warga dan juga sejumlah jembatan pun tidak bisa dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki, karena ketinggian air mencapai dada orang dewasa, sehingga sejumlah warga yang hendak bepergian terpaksa kembali ke rumah karena akses jalan terhalang banjir.

Jembatan yang terendam banjir itu diantaranya jembatan perbatasan Karangpamidangan – Katapang, jembatan Citundun, jembatan Sadang dan jembatan bambu penghubung Cukangpeunghas – Kolelet dan jembatan bambu kampung Ciemas.setelah siang air berangsur surut dan akhirnya bisa kembali dilalui.

Dengan hanyutnya jembatan tersebut warga kampung Cukangpeunghas dan Ciemas tidak bisa menyebrangi sungai. Karena jembatan satu-satunya yang menghubungkan dua kampung itu hanyut terbawa air sejauh 50 meter, sehingga warga terpaksa mencari jalan alternatif meski jarak yang ditempuh lebih jauh.

Menurut keterangan warga, hanyutnya jembatan ini bukan kali pertama.
“Memang jembatan ini adalah jembatan langganan hanyut hampir setiap tahun, dan terpaksa warga harus memperbaiki secara swadaya, air mulai datang sekitar jam tiga dinihari pas hujan sedang lebatnya disertai dentuman petir,” tutur Kartini saat dihubungi media, Senin (13/06/2022).

“Pas saya bangun sekitar jam 3 malam, karena rumah deket dengan sungai. Pas saya lihat perabot dapur ngambang semua, beruntung tidak terbawa air, pagi-pagi saya lihat cukang udah gak ada” paparnya.

Sama halnya dengan jembatan bambu yang berada di kampung Ciemas Desa Karangpamidangan, jembatan ini juga hanyut diseret derasnya air sungai Cikarang.

Menurut keterangan Sekretaris Desa Karangpamidangan Awaludin, S.Pd, akibat kejadian tersebut sebanyak 33 warga terdampak banjir mulai dari rumah, balong dan juga lahan pertanian.

Dengan adanya kejadian ini pihak desa mengaku sudah menyampaikan ke dinas terkait dan BPBD kabupaten Lebak.

“Ada 33 warga terdampak mulai dari rumah, balong dan juga lahan pertanian milik warga, Alhamdulillah sudah kami sampaikan ke dinas terkait dan juga kepada BPBD kabupaten Lebak, untuk segera ditindaklanjuti,” terangnya. (AR_ red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini